Husairi Abdi

Bertemu Edy Mulyadi di Jakarta, Akademisi Uniska M Uhaib As’ad Bikin Klarifikasi

0

BERADA di waktu dan tempat yang salah. Inilah yang membuat akademisi FISIP Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad AlBanjary Banjarmasin jadi sorotan publik.

INI setelah, Uhaib As’ad tampak bergabung dalam video unggahan Edy Mulyadi, usai pernyataan memancing reaksi keras khususnya dari warga Kalimantan.

Uhaib As’ad, pun angkat bicara soal tuduhannya terkait menemui Edy Mulyadi, sosok yang tengah viral karena menghina Kalimantan tersebut.

“Saya perlu memberikan klasifikasi soal ini, banyak orang salah persepsi dan salah pandangan terkait apa yang terjadi sesungguhnya. Saya doktor Uhaib, berangkat ke Jakarta pada hari Sabtu (22/1/2022) pagi bersama enam orang teman saya. Ada dua tujuan,” ucap Uhaib kepada jejakrekam.com, Rabu (26/1/2022).

BACA : Pimpin DPW ASIAN Kalsel, Uhaib As’ad : Beri Pemikiran Kritis dan Inovatif bagi Banua

Pertama, kata Uhaib, tujuan bertemu rekan atau sahabatnya bernama eks politisi PPP Ahmad Yani yang kini Ketua Umum Partai Masyumi. Sedangkan dirinya adalah Ketua Dewan Syura Partai Masyumi Kalsel.

“Saya membawa teman-teman dari  Banjarmasin, supaya kenal sama mereka. Kedua, saya ingin bertemu teman lama saya yakni Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta,” ucap Uhaib.

Uhaib bilang, selama 20 tahun lebih tidak bertemu sosok pemimpin DKI Jakarta tersebut. Kenapa bertemu, ia mengakui bahwa dirinya adalah Ketua Timses Anies Baswedan di Kalimantan Selatan.

“Ketiga, saya ingin bertemu Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI). Kenapa saya ingin ketemu dia, karena saya Ketua Kammi Kalsel. Maka, berangkatlah kami pada pukul enam ke Jakarta,” cerita Uhaib.

BACA JUGA : Buku Demokrasi Dan Predator Negara Karya Uhaib As’ad Dibedah, Walikota Banjarmasin: Ngeri-Ngeri Sedap

Sampai ke Jakarta, menurut Uhaib, pihaknya menuju ke kediaman Ahmad Yani tersebut yang juga Ketua Umum Partai Masyumi. Tuan rumah menyilahkan rombongan untuk beristirahat, mandi dan sebagainya.

“Jam tiga, menuju Bandung bersama Ketua Umum Masyumi Ahmad Yani. Tujuan apa? Ada acara DPW Partai Masyumi Jawa Barat,” bebernya.

Setelah dari acara itu, kata Uhaib, dirinya menghubungi sahabatnya di HMI yakni Tamsil Linrung, adalah politikus senior dan petinggi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Beliau adalah anggota DPD, memang sebelumnya bekas mantan anggota DPR selama tiga periode,” kata Uhaib.

BACA JUGA : Maaf Lewat Medsos Tak Cukup, Batamad Kalsel Minta Edy Mulyadi Datang ke Kalimantan

Kemudian, ia menyampaikan dengan Tamsil bahwa sepulang dari kota Bandung, dirinya ingin bertemu langsung di Jakarta. “Beliau bertanya? Kamu (Uhaib) kapan pulang ke Jakarta dan saya bilang besok,” katanya.

Kebetulan, menurut Uhaib, keesokkan harinya telah dilaksanakan meeting dan kelompoknya langsung menuju ke Jakarta. Namun, terhalng ng macet sehingga terlambat pada acara tersebut. Versi Uhaib, setelah memasuki ruangan rumah milik Tamsil dan ternyata, dirinya tidak mengenali orang-orang tersebut. “Saya tidak mengenali kecuali Pak Tamsil,” tegasnya.

Kemudian, Uhaib mengakui rombongannya duduk bersama yang mana tujuan pertemuan itu tidak diketahuinya. “Kami duduk seperti orang bodoh,” kata Uhaib. Uhaib cuma mendengarkan orang-orang tengah membicarakan soal pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dan menjelang Magrib, pihaknya langsung balik pulang.

“Sebenarnya, dalam pertemuan itu saya tidak mengetahui agendanya apa? Dan tuduhan ke kami bahwa menemui Edy Mulyadi, tidak benar itu,” tandasnya.

BACA JUGA : Habib Fathurrahman Bahasyim Kritik Pernyataan Edy Mulyadi

Mengenai kehadiran Uhaib As’ad yang menyatakan diri sebagai seorang dosen di Uniska MAB, pihak kampus pun menegaskan hal itu tidak terkait dengan institusi.

“Pak Uhaib itu hadir sebagai personality, bukan membawa institusi. Kedatangan ke Jakarta juga bukan atas nama Uniska, tapi kepentingan pribadi,” kata Wakil Rektor I Uniska Dr Muhammad Zainul dalam keterangannya.(jejakrekam)

Penulis Rahim Arza
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.