Husairi Abdi

Cerita Inai Pengrajin Gelang Simpai Kalimantan: Berawal dari Hobi, Kini Menuai Rezeki

0

DI Kalimantan Selatan tepatnya di kawasan Hulu Sungai, terdapat kerajinan khas yang dapat dijadikan cendera mata ketika selesai berkunjung. Produk kerajinan itu salah satunya anyaman gelang Simpai khas Suku Dayak Meratus.

GELANG simpai dipercaya masyarakat dayak meratus dapat menjadi penolak roh jahat pada anak-anak selain itupula gelang simpai khas Suku Dayak Meratus ini dapat dipakai berbagai kalangan, baik tua maupun muda ataupun laki-laki dan perempuan.

Simpai sendiri merupakan anyaman khas Suku Dayak Kalimantan yang terbuat dari bahan utama Alang’am (tumbuhan sejenis paku-pakuan) dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan “Resam” dan bahan tambahan yakni rotan untuk memberi warna putih pada anyaman.

Dahulunya, simpai dengan anyaman yang sederhana digunakan oleh masyarakat dayak (khususnya Dayak Pitap di Balangan) sebagai pengikat gagang belayung untuk menebang pohon, mengikat kulit gendang, mengikat sarung parang, dan pengait Lanjung hingga aksesoris Mandau. Namun seiring perkembangan zaman, anyaman simpai mulai dikenal oleh masyarakat luar sebagai aksesoris seperti gelang dan cincin.

Anyaman gelang simpai. Sumber: Instagram Rein_of_Meratus

Adapun proses pembuatan gelang simpai tersebut hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit tergantung motif dan tingkat kesukarannya. Pembuatan gelang simpai ini pun cukup unik, pengrajin membuat gelang dan cincin dengan cara menganyam langsung di pergelangan tangan si pembeli sehingga simpai tersebut sulit dipindahtangankan ke orang lain.

Inai (23) pemuda asli dayak Meratus sekaligus pengrajin gelang simpai  merupakan salah satu mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi di Banjarmasin. Ia mulai menekuni pembuatan gelang simpai sejak berada di bangku sekolah menengah atas pada tahun 2015 hingga sekarang.

BACA JUGA: Menengok Pembuatan Gelang Simpai, Hasil Olah Tangan Kreatif Dayak Meratus

Inai mengungkapkan belajar pembuatan gelang simpai dari orang tuanya (turun-temurun) dan hal tersebut terus dikembangkannya secara mandiri sampai sekarang. 

“Ingin mengenalkan kerajinan Simpai khas Kalimantan kepada masyarakat luar, sekaligus membuat simpai ini adalah hobi kakak,” ujar Inai pada Minggu (23/1/2022).

Bermodal hobi, Inai terus mengasah keterampilannya dalam membuat anyaman simpai. Guna menjalankan hobinya tersebut Inai mengungkapkan bahwa untuk bahan baku simpai ia dapat mencari langsung ke kampung halamannya. Akan tetapi jika ia kehabisan bahan baku dan tak dapat balik kampung, ia meminta bantuan sanak keluarganya agar dikirimkan bahan tersebut ke Banjarmasin.

BACA JUGA: Desain Arangan Terus Digenjot, Kerajinan Tangan Dayak Meratus Makin Diminati

Kendati demikian, Inai menyalurkan jasa pembuatan simpai tersebut ke masyarakat dengan dibandrol harga berkisar Rp.25.000 – Rp.200.000 untuk gelang, sedangkan cincin mulai dari Rp.10.000 – Rp.25.000 tergantung tingkat kesukarannya.

Dengan harga tersebut, Inai mengaku keuntungan yang diperolehnya dalam pembuatan simpai  kurang lebih Rp.300.000. Pembeli gelang simpai ini tidak hanya dari Kalimantan saja, melainkan sudah ke luar Kalimantan.

Apabila ingin melakukan pemesanan tetapi tidak dapat berkunjung ke wilayah pembuatan simpai yakni di daerah Hulu Sungai, pembeli dapat menyambangi 0 Km Banjarmasin di Siring Pierre Tendean dan untuk wilayah Banjarbaru di Lapangan Murjani setiap akhir pekan. Atau dapat melakukan pemesanan secara online di toko online pengrajin simpai dengan cara mengirim ukuran pergelangan tangan dan motif apa yang diinginkan.  Apabila ingin melakukan pemesanan melalui Inai dapat menghubungi nomor Whatsapp  +62821-5773-2684 atau Instagram @rein_of_meratus.

“Jangan lupa untuk terus lestarikan budaya yang kita miliki, jangan sampai hilang tergerus perkembangan zaman,” harap Inai untuk ke depannya. (jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.