Husairi Abdi

Ahli Epidemiologi Kalsel Sebut Tak Perlu Waswas dengan Hadirnya Varian Omicron

0

AHLI epidemiologi Kalsel, dr H Ida Bagus Gede Dharma Putra menyarankan untuk mengakhiri pandemi Covid-19, sebaiknya ditangani dengan pendekatan manusiawi, bukan ‘gendangan’ virus.

“JADI tidak usah waswas dengan virus Corona karena pada umumnya sama saja. Sifat virus Covid-19 termasuk varian baru seperti Omicron tidak jauh berbeda. Cepat menginfeksi, cepat ganas namun tidak menimbulkan anti yang terlalu banyak dalam tubuh,” ucap mantan Direktur RSJD Sambang Lihum, dr IBG Dharma Putra kepada jejakrekam.com, Jumat (21/1/2022).

Menurut dia, ketika virus Covid terus bermutasi dengan memunculkan karakter baru, tidak perlu bikin bingung. Dharma mengatakan terpenting adalah bagaimana kesiapan untuk menghadapi serangan virus dan bagaimana tindakan tepat guna mengantisipasinya.

“Salah satu cara efektif untuk menghadapi virus Covid, ya hanya dengan disuntik vaksin. Tidak ada cara lain selain divaksin,” kata mantan Sekda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini.

BACA : Aktivis Senior Anang Rosadi Adenansi : Tak Boleh Ada Pemaksaan Vaksinasi Covid-19!

Dharma mengingatkan vaksin bukanlah obat, sehingga ada anggapan seolah-olah usai disuntik vaksin bisa mencegah seseorang agar tak terinfeksi Covid-19 atau varian barunya.

Menurut dia, fungsi vaksin itu hanya mencegah seseorang yang terkena serangan virus Covid agar tak mengalami gejala berat, atau meringankan gejala umum ketika telah terinfeksi. Selain itu, vaksin bisa meminalisir risiko kematian  bagi orang yang terjangkit Covid-19 berikut variannya.

“Kalau kita sudah divaksin, apakah ada jaminan kita tak kena Covid? Orang yang divaksin bisa saja terinfeksi virus Covid. Tapi, gejalanya yang dialami tidak akan berat, semoga saja juga tidak berakhir dengan kematian,” katanya.

BACA JUGA : Antisipasi Omicron, Disdikbud Kalsel Masih Berlakukan PTM Terbatas di SMA Sederajat

Dharma juga mengomentari soal adanya varian Omicron. Ia berpendapat tidak jauh berbeda dengan varian atau mutasi Covid-19 sebelumnya, namun hanya tingkat penyebaran yang lebih cepat. “Namun, ketika tingkat vaksinasi sudah bagus, sebenarnya bisa diantisipasi untuk penyebaran virus,” pesan Dharma.

Ahli Epidemiologi Kalsel, dr H IBG Dharma Putra MKN. (Foto Istmewa)

Magister kesehatan masyarakat ini mengatakan cara efektif untuk melindungi diri demi terhindar dari terpapar virus Corona adalah dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak di tengah orang banyak serta tetap beraktivitas seperti biasa.

BACA JUGA : Kasus Covid-19 Melandai, Tabalong Waspada Mutasi Varian Omicorn 500 Persen Lebih Menular

“Namun, harus tetap waspada. Begitupula, saat berada di dalam ruangan, harus diperhatikan ventilasi udara. Dengan ventilasi udara yang bagus, dan jarak juga bagus, usahakan dalam sebuah pertemuan tidak berlangsung lama, bisa mencegah terpapar Covid. Beda jika kondisi ventilasi jelek dan tidak bisa diatur jaga jarak, maka potensi untuk tertular Covid lebih besar,” papar Dharma.

Dia mengingatkan agar penerapan 3T mencakup pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) masih terus berjalan. Namun, menurut Dharma, itu adalah nomor ketiga, yang paling utama adalah adalah 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun), baru kemudian nomor dua adalah vaksin.

BACA JUGA : Obat Virus Corona Diluncurkan, Simak Telaahan Ahli Farmakologi Fakultas Kedokteran ULM

“Sekarang, pemerintah harus bisa terbuka untuk ngomong ke publik sehingga masyarakat tidak bingung dan termakan berita bohong mengenai vaksin. Inilah mengapa peran pemerintah sangat penting untuk dapat memberi kepercayaan kepada masyarakat. Misalkan, pejabat yang disuruh bicara itu tidak sering bohong, tentu publik akan percaya. Inilah mengapa perlu pejabat pemerintah yang kualitas kepercayaan publik tinggi, sehingga informasinya bisa dipercaya,” tutur Dharma, panjang lebar.

BACA JUGA : Tren Pandemi Covid-19 Kalsel Turun, Tim Pakar ULM Ingatkan Mutasi Virus Corona

Dharma pun menyarankan agar pemerintah melibatkan tokoh-tokoh agama seperti dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan lainnya, karena dalam pandangan masyarakat jauh lebih dipercaya. “Saya yakin ketika para tokoh agama yang berbicara, masyarakat akan lebih menurut,” saran Dharma.(jejakrekam)

Pencarian populer:virus corona kalsel
Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.