Husairi Abdi

Somasi PSSI Kalsel, Persebaru Minta Kompetisi Soeratin U-17 Zona Kalsel Ditunda

0

UPAYA banding berujung gagal karena ditolak Komisi Banding Asprov PSSI Kalsel, kini Persebaru Banjarbaru menempuh jalan hukum.

PERINGATAN keras atau somasi dilayangkan manajemen Persebaru Banjarbaru kepada Asprov PSSI Kalsel. Ini menyusul putusan Komisi Banding justru menguatkan pengenaan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) Asprov Kalsel kepada Persebaru Banjarbaru.

Komisi Banding dan Komisi Disiplin Asprov PSSI Kalsel menyatakan Persebaru Banjarbaru terbukti melanggar regulasi Soeratin U-17, karena 22 pemainnya asal Bone Pro FC dan Persebaru berkompetisi di dua zona, yakni Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

“Somasi kami layangkan kepada Ketua Asprov PSSI Kalsel, Komisi Banding dan Komisi Disiplin. Surat somasi dari Persebaru Banjarbaru dikirim via pos ke PSSI Pusat di Jakarta,” kata kuasa hukum Persebaru Banjarbaru, Dhieno Yudhistira kepada jejakrekam.com, Jumat (21/1/2022).

BACA : Persebaru Ancam Somasi Asprov PSSI Kalsel, Ketua Komdis : Itu Hak Mereka!

Dhieno Yudhistira menjelaskan surat somasi ini disampaikan kepada Ketua Asprov PSSI Kalsel bahwa Persebaru sangat keberatan, terkait keluarnya Surat Keputusan Komisi Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Kalimantan Selatan Nomor: SKEP/01/KOMDIS/1/2022 tertanggal 11 Januari 2022.

Senada itu, Ketua Pesebaru Banjarbaru Wartono, melalui Asisten Manager Ricky Fauzi mengatakan pada prinsipnya Persebaru Banjarbaru dalam regulasi sudah benar.

“Persebaru sudah mengikuti regulasi yang berlaku dan dinyatakan sah 100 persen melalui aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi (SIAP) PSSI,” paparnya.

BACA JUGA: Banding Persebaru Ditolak, Komisi Banding Kuatkan Putusan Sanksi Komdis Asprov PSSI Kalsel

Ricky menyayangkan mengapa Persebaru Banjarbaru bisa disanksi secara sepihak. Begitupula, beber dia, Persebaru tidak mendapatkan respon balik dari pihak Asprov PSSI Kalsel ketika banding dilayangkan.

“Persebaru Banjarbaru berencana menempuh upaya hukum, baik perdata, maupun pidana dan administrasi, serta memberi jangka waktu hingga tiga hari ke depan,” tutur Ricky.

“Semoga somasi ada mendapat respon, kalau somasi ini masih tidak diindahkan oleh pihak Asprov Kalsel, mungkin kita masuk ke ranah pengadilan,” tegasnya lagi.

Menurut dia, banyak kerugian yang dialami Persebaru Banjarbaru saat ini. Padahal, semua persyaratan untuk bertanding sudah dijalani, tapi tiba-tiba menjelang semi final Piala Soeratin U-17 Zona Kalimantan Selatan justru Persebaru didiskualifikasi.

“Sebenarnya Kotabaru FC pada pertandingan pertama di Lapangan Kayutangi Banjarmasin sudah mengajukan protes. Namun surat protes mundur,” kata Ricky.

BACA JUGA : Tundukkan Persetab, Persebaru Kokoh di Puncak Klasemen Grup A Piala Soeratin U-17 Kalsel

Saat berlaga di grup A Soeratin U-17 Zona Kalsel di Lapangan Kayutangi Banjarmasin, Ricky menyebut dalam penyelenggaraan kompetisi terdapat pengawas pertandingan.

“Sepatutnya kalau Persebaru dianggap melanggar regulasi, pada pertandingan kedua tidak diperbolehkan lagi main kalau dianggap melanggar,” tutur Ricky.

BACA JUGA : Diprotes 3 Lawannya, Komdis PSSI Kalsel Jatuhkan Sanksi ke Persebaru Banjarbaru

Dia menyebut pada laga kedua justru para pemain Persebaru dinyatakan sah, hingga bisa memenangkan laga dengan skor 6-0.

“Begitu pula di pertandingan ketiga, lagi-lagi pemain Persebaru disahkan. Kemudian, kami main lagi dan menang 3-1. Tiba-tiba, begitu kami menang dalam tiga laga, malah didiskualifikasi dengan kekalahan 0-3 di semua pertandingan yang telah kami menangkan,” beber Ricky.

Adanya somasi ini, Ricky mengatakan seluruh manajemen Persebaru Banjarbaru meminta agar pertandingan Piala Soeratin U-17 Zona Kalsel khususnya fase semifinal ditunda, sampai permasalahan ini dianggap selesai.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.