Husairi Abdi

Menjadikan Pariwisata sebagai Leading Sector

0

Oleh : Algifari

TUJUAN utama pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara sederhana meningkatkan kesejahteraan masyarakat artinya kemampuan mesyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup meningkat.

UNTUK memenuhi kebutuhan, tentu saja masyarakat perlu pendapatan. Masyarakat bisa memperoleh pendapatan dari aktivitas produksi yang dilakukannya. Semakin tinggi aktivitas produksi yang mereka lakukan, semakin tinggi juga kesempatan memperoleh pendapatan.

Pendapatan masyarakat di suatu daerah bergantung dari sektor apa yang mendominasi kegiatan produksi di daehar tersebut. Kegiatan produksi masyarakat dibagi ke dalam tiga sektor, yaitu sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder (industri pengolahan), dan sektor tersier (jasa-jasa).

Sektor primer memiliki nilai tambah yang lebih rendah dibandingkan dengan sektor yang lain. Daerah atau negara yang relatif maju umumnya kegiatan produksi masyarakan didominasi oleh serktor tersier (jasa-jasa) yang memiliki nilai tambah paling besar dibandingkan dengan sektor yang lain.

BACA : Kunjungi Jogja, DPRD Kalsel Ingin Tingkatkan Pariwisata Kalsel Melalui Teknologi Informasi

Bagaimana kegiatan produksi di provinsi Kalimantan Selatan saat ini? Berdasar data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan menunjukkan kegiatan produksi di Kalimantan Selatan didominasi oleh sektor primer, yaitu sekitar 35% dimana sekitar 20% berasal dari sektor pertambangan dan penggalian.

Jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti provinsi DIY sektor primer sekitar 10,5% dimana 0,5% berasal dari sektor pertambangan dan penggalian. Kegiatan produksi sektor primer di provinsi Jawa Barat sekitar 11% dan hanya 1,1%  berasal dari sektor pertambangan dan penggalian. Provinsi DKI hanya 0,3% persen kegiatan produksi di sektor primer.

Provinsi Bali sekitar 17% produksi di sektor primer dan hanya 1% berasal dari sektor pertambangan dan pengalian. Provinsi Jawa Timur kontribusi sektor primer sekitar 15% dan hanya 3,5% berasal dari sektor pertambangan dan pengalian. Data tersebut menunjukkan kegiatan produksi yang menopang ekonomi provinsi Kalimantan Selatan adalah sektor primer, khususnya sektor pertambangan dan penggalian. Sektor pertambangan dan penggalian ini sangat kecil memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat secara luas dan memiliki efek pengganda (multipler effect) yang rendah bagi perkembangan sektor-sektor yang lain.

BACA JUGA : Melirik Strategi Sang Petahana Bangkitkan Pariwisata Pasca Pandemi

Apa yang harus dilakukan ke depan? Provinsi Kalimantan Selatan sebaiknya perlu mempersiapkan kegiatan produksi yang dapat menjadi pendorong sektor-sektor lain berkembang dan masyarakat luas memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan. Sektor pariwisata adalah salah satu kegaitan produksi jasa yang memiliki efek pengganda tinggi.

Pariwisata mampu meningkatkan produksi daerah, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, meningkatkan usaha yang berhunungan dengan pariwisata, seperti hotel dan restoran, jasa transportasi dan telekomonikasi, usaha kerajinan rakyat, dan masih banyak lagi kegiatan ekonomi masyarakat yang akan berkembang dengan berkembangnya sektor pariwisata. Bagi pemerintah tentu saja akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA : Pengembangan SDM dan Ekonomi Berbasis Pariwisata, Fokus Pembangunan Kalsel 2020

Siapa yang harus berinisiatif mengembangkan pariwisata di suatu wilayah? Pada situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dinyatakan kunci pengembangan pariwisata ada di tangan pemerintah daerah. Tentu saja pemerintah daerah tidak mampu mengembangkan pariwisata di daerahnya tanpa keterlibatan masyarakat.

Pengembangan sektor pariwisata memerlukan modal yang sangat besar, masa pengemabian modal lama, dan risiko kegagalan cukup tinggi. Dengan demikian pengembangan sektor pariwisata harus dilakukan oleh berbagai fihak, seperti pemerintah daerah, pelaku bisnis di bidang pariwisata, wisatawan, dan masyarakat.

Pemerintah daerah perlu mempersiapka rencana induk pengembangan pariwisata daerah, menyiapkan regulasi yang berhubungan dengan kepariwisataan, menyiapkan infrasturktur pariwisata, seperti jalan, penerangan, hot spot area, yang dapat mendukung berkembangnya pariwisata daerah.

BACA JUGA : Melestarikan Budaya Banjar, Dinas Pariwisata Gelar Festival Budaya Pasar Terapung

Pengembangan objek wisata tidak selalu dilakukan oleh pemerintah daerah saja, seperti halnya yang terjadi di Yogyakarta. Banyak objek wisata yang ada di Yogyakarta dikembangkan oleh individu dan kelompok masyarakat. Pemerintah daerah hanya membantu menyediakan infrastruktur yang dapat menunjang obyek wisata tersebut.

Dengan usaha keras yang dilakukan oleh masyarakat bersama-sama dengan pemerintah daerah menyebabkan obyek wisata yang baru di Yogyakarta selalu bermunculan dan minat masyarakat luar daerah Yogyakarta berkunjung ke Yogyakarta tidak pernah berkurang.

BACA JUGA : Eksploitasi Gila-Gilaan, Deposit Batubara Kalsel Diprediksi Habis pada 2030

Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai obyek wisata. Mungkin saat ini obyek wisata yang tersedia relatif sedikit sehingga berwisata ke Kalimantan Selatan menjadi mahal dan lama tinggal wisatawan juga relatif singkat. Dengan berkembangnya obyek wisata di Kalimantan Selatan menyebabkan jumlah obyek wisata menjadi bertambah dan tentu saja ini akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kalimantan Selatan.

Wisatawan adalah orang-orang yang membawa uang dan mereka akan membelanjakan uangnya di darah wisata. Uang yang mereka bawa akan menambah uang yang beredar di daerah wisata tersebut dan tentu saja akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari pajak daerah dan retribusi daerah.

BACA JUGA : Saingi Batubara, Nilai Ekspor Pertanian Kalsel Tahun 2021 Capai Rp 10,5 Triliun

Perkembangan jasa pariwisata memiliki efek pengganda yang besar, sehingga dapat dijadikan sebagai sektor pemimpin (leading sector) bagi kegiatan ekonomi masyarakat di sektor-sektor yang lain di Provinsi Kalimantan Selatan. Sektor pertanian sebagai pemasok bahan mentah bagi industri bahan makanan, makanan jadi, kerajinan, dan lain-lain dapat berkembang dengan berkembangnya sektor pariwisata. Sektor yang selama ini yang memberikan kontribusi besar bagi produksi daerah Kalimantan Selatan, yaitu sektor pertambangan dan penggalian tidak memberikan dampak yang luas bagi kesejahteraan masyarakat.(jejakrekam)

Penulis adalah Staf Pengajar pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta

Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.