Husairi Abdi

Asal Prokes Covid-19 Diterapkan, DPRD Banjar Desak Kubah Datu Kalampayan Segera Dibuka

0

SUDAH dua tahun sejak dilanda pandemi Covid-19, banyak wisata religi di Kabupaten Banjar ditutup untuk publik. Salah satunya adalah Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary (Datu Kalampayan).

AKSES menuju makam ulama berpengaruh di era Kesultanan Banjar ini pun sangat mudah dijangkau melalui jalur darat menuju ke Jalan Syekh Moh Arsyad Al Banjary, Kalampayan, Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Walau ditutup sementara, toh ternyata para penziarah tetap saja berdatangan ke makam Datu Kalampayan di Desa Kalampayan Ulun ini. Hanya saja, para pengunjung tidak bisa langsung ke pusara ulama pengarang kitab Sabilal Muhtadin.

Mereka hanya bisa di luar atau di teras kubah makam Datu Kalampayan. Asyiah, warga Banjarmasin mengaku sengaja datang ke Makam Datu Kalampayan karena sudah berniat untuk memohon berkah kepada waliyullah tersebut.

“Yang penting sudah mengabulkan niat dan hajat, walau tak bisa langsung berdoa di hadapan pusara Datu Kalampayan. Mungkin karena masih pandemi Corona,” kata Asyiah kepada jejakrekam.com, Senin (17/1/2022).

BACA : Penuhi Janji, Paman Birin Mulai Proyek Renovasi Makam Datu Kalampayan

Asyiah bercerita dibanding dengan berkunjung ke makam Sultan Suriansyah di Kuin Utara Banjarmasin atau makam Datu Qabul atau Muhammad Mahmud Al Qabul di Desa Baulin, Margasari, Candi Laras Selatan,  Kabupaten Tapin, justru masih bisa masuk ke kawasan kubah langsung.

Penutupan kawasan kubah Datu Kalampayan ini terlihat dari pengumuman yang dipasang pengelola di depan pintu masuk bertuliskan; mohon maaf untuk sementara kubah ditutup!

Ketua DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Rofiqi mendesak agar kawasan kubah Datu Kalampayan segera dibuka untuk masyarakat, sehingga bisa berziarah kembali.  Apalagi, kawasan Kalampayan merupakan destinasi wisata religi andalan Kabupaten Banjar, selain kawasan Sekumpul Martapura.

BACA JUGA : Datu Kandang Haji, Pengasas Pendidikan Islam Tertua Tanah Banjar

“Kami sudah menyarankan agar Pemkab Banjar segera membuka kawasan wisata religi yang dikelola daerah. Ini demi menghidupkan dan memulihkan perekonomian masyarakat,” kata legislator Gerindra ini.

Dalam hitungan Rofiqi, hampir dua tahun sudah kawasan kubah Datu Kalampayan itu telah ditutup, sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Terutama masyarakat yang mata pencahariannya bergantung pada wisata religi di kawasan kubah Datu Kalampayan. Silakan dibuka, namun tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan (prokes) bagi para pengunjung atau penziarah,” ucap Rofiqi.

BACA JUGA : Berziarah ke Makam Gus Dur dan Guru Sekumpul yang Membawa Berkah

Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Banjar ini mengatakan dampak yang terasa ketika objek wisata religi ditutup akibat Covid-19 adalah warga yang membuka warung, toko dan lainnya.

“Sebab, Kabupaten Banjar ini selain memiliki sumber daya alam (SDA), penghasilan daerah pun berasal dari karena banyaknya objek wisata religi dibandingkan daerah lain di Kalsel,” pungkas Rofiqi.(jejakrekam)

Penulis Asyikin/Syahminan
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.