Husairi Abdi

Ditarget Rampung Januari, Demi Jembatan HKSN Telan Biaya Jumbo Rp 70 Miliar Lebih

0

BEGITU jumbonya biaya bersumber dari APBD Banjarmasin untuk membangun Jembatan HKSN yang menghubungkan Jalan Kuin Selatan-Kuin Cerucuk ke Jalan HKSN Kuin Utara, dipertanyakan. Sepatutnya, proyek ini rampung pada Desember 2021 lalu.

APALAGI, hingga kini, Jembatan HKSN yang telah menelan dana Rp 70 miliar lebih itu belum juga rampung. Bahkan, harus melewati dua tahun anggaran sejak 2020 hingga 2021 lalu.

Mantan Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Aman Fahriansyah mengatakan dari perencanaan hingga studi kelayakan sebenarnya Jembatan HKSN belum layak.

“Seharusnya model Jembatan HKSN apalagi menelan dana puluhan miliar itu berada di pusat kota, seperti kelanjutan Jembatan Sulawesi (Pasar Lama) bukan di pinggiran kota semacam kawasan Kuin. Tengok saja, kawasan ke arah Kuin Cerucuk (Depo Pertamina) sebenarnya merupakan jalan yang tak terlalu padat lalu lintasnya,” ucap Aman Fahriansyah kepada jejakrekam.com, Selasa (4/1/2022).

BACA : Terganjal Masalah Pembebasan Lahan, Target Penyelesaian Jembatan HKSN Meleset

Menurut dia, pada awal pembangunan Jembatan HKSN pada 2020, sudah menelan dana Rp 37,1 miliar dari pagu awalnya Rp 42,8 miliar. Saat itu, proyek ini digarap PT Trias Karyajalan Badak Raya. Ini belum termasuk, anggaran DED proyek Jembatan HKSN, konsultan pengawas hingga rehabilitasi ruas jalan.

“Awalnya, kami sebagai warga Kuin Utara menyangka tahun 2020 sudah rampung. Tapi tiba-tiba proyek ini terhenti, eh ternyata dilanjutkan lagi pada 2021 dengan dana Rp 22,8 miliar. Ternyata belum selesai juga, kabarnya karena ada bangunan atau lahan yang belum dibebaskan,” tutur Wakil Ketua DPC PPP Banjarmasin ini.

Aman mengatakan dari segi harga Jembatan HKSN yang terlampau mahal bahkan sudah menelan dua tahun anggaran bersumber APBD Banjarmasin, harusnya pemerintah kota bisa mengkaji ulang. “Dari papan proyek ternyata pada 2021 lalu, ada lagi proyek lanjutan senilai Rp 9.801.225.769 untuk pemasangan tiang pancang dan oprit jembatan. Kalau dihitung-hitung memang lebih dari Rp 70 miliar,” tutur Aman.

BACA JUGA : Jembatan HKSN Belum Rampung, Ada Lagi Proyek Tiang Pancang Senilai Rp 9 Miliar Lebih

Menurut Aman, awalnya warga Kuin Utara dan Kuin Selatan menduga Jembatan HKSN itu dibikin sebagai poros baru yang tembus ke Jalan Belitung Darat atau Jalan PMN Noor, Pelambuan.

“Ternyata, dari desain dan struktur bangunan hanya berputar-putar di dua jalan yang ada, Jalan Kuin Selatan-Kuin Cerucuk dan Jalan HKSN. Sungguh besar dana yang harus dikeluarkan hanya untuk sekadar sebuah jembatan di pinggiran kota,” kritik Aman.

Bagi Aman, jika hanya untuk memecah arus lalu lintas, kondisi Jembatan HKSN yang lama sebenarnya masih mampu. “Beda kalau Jembatan HKSN itu untuk pengembangan perkotaan yang menghubungkan wilayah utara dan barat Banjarmasin. Nah, itu mungkin masuk akal dengan dana puluhan miliar,” kata Aman.

BACA JUGA : Hadapi SP-2, 3 Pemilik Bangunan di Area Jembatan HKSN Gugat Walikota Banjarmasin

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Rini Subantari mengatakan untuk pengerjaan Jembatan HKSN di wilayah Kuin Utara telah dirampungkan pihak kontraktor.

“Sedangkan di ruas Jalan Kuin Cerucuk-Kuin Selatan masih dikerjakan kontraktor. Mereka tengah menyelesaikan pekerjaannya,” ucap Rini.

Sekretaris Dinas PUPR Banjarmasin ini menargetkan pada Januari 2022 ini, pengerjaan Jembatan HKSN sudah bisa selesai. Ini menunggu keputusan banding atas hasil penilaian tim appraisal yang diajukan tiga pemilik lahan di Kuin Selatan tengah diperiksa PN Banjarmasin.

BACA JUGA : Jembatan HKSN Dibuat Model Kembar, Penggarapannya Mulai Digeber

“Jika masalah ini sudah selesai, maka pembangunan Jembatan HKSN di wilayah Kuin Selatan bisa dilanjutkan kontraktor lagi agar rampung pada bulan ini,” kata Rini.

Mengenai keberadaan utilitas seperti tiang listrik PLN dan Telkom dan jaringan leding PDAM Bandarmasih, Rini mengatakan akan segera dibereskan.

“Pokoknya, semua ditargetkan rampung pada bulan ini. Termasuk, membereskan utilitas, sehingga Jembatan HKSN bisa segera difungsikan,” pungkas Rini.(jejakrekam)

Penulis Asyikin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.