Husairi Abdi

Jelang Tengah Malam Tahun Baru, Pedagang Mercon, Petasan dan Kembang Api di Banjarmasin Panen

0

WALAU ada pengetatan dan pembatasan untuk pesta pisah sambut tahun 2021-2022, toh ternyata tak berpengaruhi terhadap angka penjualan kembang api, petasan dan mercon di Banjarmasin.

SEJUMLAH pedagang mercon dan petasan seakan menikmati masa panen. Terbukti, beberapa pedagang di kawasan Jalan Belitung Darat dan Jalan HKSN, kebanjiran orderan. Lapak-lapak pedagang diserbu para pembeli.

Dimulai pukul 20.00 hingga jelang 23.00 Wita, beberapa koleksi pedagang mercon dan petasan pun ludes terjual. Bahkan, stok sisa hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, turut pun diborong para pembeli.

Hal ini dirasakan Usamah yang akrab disapa Uus. Menurut pedagang yang menggelar lapak dagangan petasan dan mercon di Jalan HKSN Kuin Utara Banjarmasin Utara, dari 30 jenis barang yang dijual semua ludes terjual sebelum tengah malam. Dari harga termurah Rp 2.000 hingga termahal Rp 100 ribu pun dibeli warga.

“Ya, sisa hari raya pun terpaksa kami jual karena kewalahan melayani para pembeli. Sejak sore hingga tengah malam ini, dari 30 jenis petasan, mercon dan kembang api semua diborong para pembeli,” ucap Usamah kepada jejakrekam.com, Jumat (31/12/2021) malam.

BACA : Ada Pembatasan Perayaan Tahun Baru, Permintaan Kembang Api dan Mercon Menurun Drastis

Menurut Usamah, melepas tahun lama dan menyongsong tahun baru memang tak lepas dari tradisi menyalakan petasan, kembang api hingga mercon. Terutama, mercon yang membuat bunga api di utara paling diburu para pembeli.

“Memang ada satu jenis kembang api atau mercon yang tidak saya jual. Yang bisa mengeluarkan bunga api di udara setinggi 15 meter, harganya terlalu mahal itu dijual. Tiga biji dalam satu kemasan dijual seharga Rp 150 ribu,” tutur Usamah.

Sebelumnya pada saat hari raya, harganya hanya Rp 100 ribu, tiba-tiba naik jelang pesta kembang api tahun 2021 memasuki 2022.

“Dari agen saja sudah menjual mahal seharga Rp 150 ribu, kalau dijual Rp 200 ribu atau lebih, pasti banyak yang tak mau beli. Keterangan agen pun mengatakan tak lagi memasok kembang api, petasan maupun mercon dalam jumlah besar seperti biasanya,” kata Usamah.

BACA JUGA : Picu Kerumuman, Pesta Pisah Sambut 2021-2022 Dilarang, Ini Poin SE Walikota Banjarmasin!

Dia mengakui dibanding tahun sebelumnya saat ada pengetatan baik pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 2020 dan 2021, omzet pernak-pernik pesta kembang api ini melorot tajam.

“Sekarang walau ada pengetatan, tapi sedikit longgar. Makanya, warga ramai-ramai membeli petasan, mercon dan kembang api. Ya, dari 30 jenis yang saya semua terjual ludes,” kata Usamah.

Dia mengaku punya lapak di Jalan Belitung Darat juga telah laku seluruhnya, hingga hanya menyisakan meja. “Alhamdulillah, boleh dibilang tahun 2021 ini masa panen menuju 2022. Semoga tahun depan lebih baik lagi,” ucap Usamah.

BACA JUGA : Larang Pesta Malam Tahun Baru 2022, Kawasan Wisata Siring Tendean Ditutup

Dari hasil penjualan 30 jenis kembang api, mercon dan petasan itu, Usamah pun bisa mengantongi uang jutaan rupiah hanya dalam semalam.

“Mungkin tahun ini yang bisa dibilang laris manis. Kalau tahun lalu, sepi karena ada pembatasan apalagi kasus Covid-19 juga tinggi sehingga perayaan tahun baru dan hari raya dilarang pemerintah secara terbuka karena memicu kerumunan,” pungkas Usamah.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.