Husairi Abdi

Proyek Jembatan Paringin Molor Picu Kerusakaan Jalan di Balangan Makin Parah

0

SEJAK diperbaiki pada 23 September 2021, proyek Jembatan Paringin dipastikan molor. Awalnya ditarget rampung pada Desember 2021, namun diundur hingga Februari 2022 mendatang.

GARA-gara proyek Jembatan Paringin yang menjadi poros utama transportasi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur di Jalan A Yani itu molor, mengakibatkan ruas jalan lainnya menjadi jalur alternatif.

Proyek jembatan ini digarap Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalsel dengan nilai proyek mencapai Rp 3 miliar lebih. Proyek Jembatan Paringin ini bagian dari 23 kegiatan yang ditangani BPJN Kalsel bersumber APBN pos Kementerian PUPR bertotal dana Rp 8 miliar lebih.

Ketua Komisi III DPRD Balangan, Erly Satriana mengungkapkan dewan selalu mengawal kemajuan dari proyek Jembatan Paringin. Apalagi, dampaknya memicu kerusakan jalan desa dan kabupaten di Balangan.

BACA : Sempat Terhenti, Perbaikan Jembatan Paringin Mulai Kembali Dikerjakan

Hal ini menyikapi desakan dari Aliansi Mahasiswa Balangan yang mempertemukan perwakilan PT Conch South Kalimantan Cement dan kontraktor rehab Jembatan Paringin serta dinas terkait dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Rabu (22/12/2021).

Menurut Erly, DPRD Balangan telah mengintervensi pengampu proyek seperti pihak BPJN Kalsel untuk mempercepat pengerjaan Jembatan Paringin dengan menambah para pekerja.

BACA JUGA : Jembatan Paringin Rusak, Dipasang Portal, Tinggi Kendaraan Melintas Dibatasi Hanya 2,5 Meter

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Balangan Abdul Hamid mengatakan masyarakat mendesak agar penggarapan Jembatan Paringin bisa cepat selesai, sehingga dampak kerusakan jalan tak makin parah di daerah.

Sedangkan, Pelaksana Lapangan Rehab Jembatan Paringin Cakra, menjelaskan pihaknya diberi waktu dua bulan sampai Febuari 2022 untuk menyelesaikan rehab jembatan Paringin.

“Berdasarkan rencana awal jembatan dijadwalkan akan rampung pada Desember ini. Namun karena terdapat kendala pendanaan dari pusat sehingga target penyelesaian mundur dari jadwal ke Februari 2022,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Gian
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.