Husairi Abdi

Rebut Medali Emas Terbanyak, Kejurprov Renang Kalsel Jadi Pembuktian Skuat PRSI Banjarmasin

0

KEJUARAAN Provinsi (Kejurprov) Renang Kalimantan Selatan tahun 2021 selesai dihelat di Kolam Renang Amandit Aquatic Center Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (22/12/2021) sore.

HANYA saja, panitia pelaksana belum berani mengumumkan status juara umum. Dalihnya, kendala teknis sah atau tidak adanya beberapa pertandingan untuk dihitung dalam poin perolehan medali. Dari perolehan medali sebenarnya skuad renang asal Banjarmasin terbanyak merebut medali emas.

“Sementara kami belum berani, tunggu besok akan kami umumkan,” ucap Ketua Pertandingan Kejurprov Renang Kalsel 2021 Risa Juardi kepada awak media, Rabu (22/12/2021).

Ia bersyukur even olahraga berskala provinsi ini berjalan lancar dan tertib, bahkan tidak ada kendala berarti selama perhelatan.

BACA : Dari Renang Hingga Futsal, Forum OSIS Banjarmasin Gelar Pekan Olahraga

Menurut Risa, antusiasme para perenang Kalsel cukup tinggi. Terbukti, tercatat ada 165 peserta yang ikut berpartisipasi. Risa mengatakan kelancaran itu bisa berlanjut sampai pelaksanaan Porprov XI tahun 2022 mendatang di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Informasi dihimpun berdasarkan hasil belum resmi, sementara kontingen Kota Banjarmasin yang memperoleh medali emas terbanyak dalam even ini.

Pelatih Renang Banjarmasin Dian Syahrudin mengatakan pihaknya juga masih belum bisa memgklaim jumlah perolehan medali secara resmi. Namun, beber dia, atletnya sudah menerima 10 pengalungan medali emas. Termasuk, puluhan medali perunggu dan perak yang direbut kontingen Banjarmasin.

BACA JUGA : Suriansyah, Atlet Pararenang Batola Sumbang Medali Perunggu bagi Indonesia

“Jumlah medali yang kami terima itu, belum bisa dipastikan untuk bisa dihitung poin. Yang pasti, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Banjarmasin memang tidka menetapkan target perolehan medali dalam kejurprov kali ini,” kata Dian.

Dengan pendanaan cukup terbatas selama mengikuti Kejurprov Renang Kalsel di Kandangan, HSS. Dian menyebut terpenting adalah para perenang yang dididiknya minimal meraih satu medali emas. Namun ternyata, saat menjalani beberapa laga justru lebih dari ekspektasi.(jejakrekam)

Penulis Iwan Sanusi
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.