Langganan Diserbu Rob, Cegah Insiden Kesetrum, RSI Banjarmasin Amankan Instalasi Listrik

0

AIR pasang mulai menyerbu sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin, Senin (20/12/2021). Fenomena banjir rob ini mengulang peristiwa serupa pada awal Desember 2021 lalu.

PANTAUAN jejakrekam.com, sejumlah kawasan yang langgan digenang rob seperti Jalan S Parman, Jalan Brigjen H Hasan Basry Kayutangi, sebagian ruas Jalan Pahlawan, Jalan Kuripan serta beberapa daerah bantaran sungai yang ada di ibukota Kalimantan Selatan.

Seperti halaman Rumah Sakit Islam (RSI) Banjamasin di Jalan S Parman, terendam dengan ketinggian sekira 10 centimeter. Bahkan, halaman bangunan utama rumah sakit milik ormas Islam Muhammadiyah itu turut pula terendam.

“Dibandingkan pada awal Desember 2021, memang rob sekarang lebih rendah. Saat tinggi-tingginya rob pada malam Selasa, air masuk ke ruang klinik mencapai 10 centimeter. Untungnya, kami cepat-cepat mengamankan aliran listrik jangan sampai ada yang kesetrum. Tapi pelayanan kesehatan untuk masyarakat tetap berjalan,” ucap Asisten Dokter Jaga RSI Banjarmasin, Wahyudin kepada jejakrekam.com, Senin (20/12/2021) malam.

BACA : Siaga Banjir Rob Susulan, BPBD Banjarmasin Dapat Jatah Dana Tambahan Rp 500 Juta

Menurut dia, kondisi bangunan klinik RSI Banjarmasin terletak di tepi jalan memang sedikit rendah. Itu sama posisinya dengan Hotel Palm yang sempat terendam. Bahkan, pihak hotel terpaksa menggunakan tanggul karung pasir di samping menurunkan pompa air.

Diakui Wahyudin, kondisi Jalan S Parman tidak seperti dulu ketika masih banyak rumah penduduk. Ketika kawasan itu dijejali ruko dengan sistem urukan, air lambat turun ke Sungai Kuin (Sungai Miai).

BACA JUGA : Sering Banjir dan Kebakaran, Dana Belanja Tak Terduga Banjarmasin Kini Tersisa Rp 5 Miliar Lebih

“Dulu, kalau pun calap tidak lama seperti sekarang. Ini karena terjadi perubahan di kawasan ini. Kebanyakan ruko memang dibangun dengan cara urukan bukan lagi sistem rumah panggung,” tutur Wahyudin.

Selain itu, menurut dia, kondisi halaman ruko kebanyakan lebih tinggi dibanding badan jalan dengan cor beton. Akhirnya, ruko yang memiliki halaman dan lantai bangunan rendah menjadi tempat serbuan air.

“Malam ini memang sedikit dalam dibandingkan pada malam sebelumnya. Mungkin karena ada hujan hampir seharian yang melanda Banjarmasin sampai malam, membuat ketinggian air naik,” ucap Wahyudin.

BACA JUGA : Tokoh Eksponen 66 Kalsel Minta Pemda Serius Tangani Masalah Banjir Rob

Meski begitu, Wahyudin mengatakan pihaknya sudah siap dan siaga jika banjir rob susulan kembali terulang di kawasan S Parman. “Semoga saja tidak setinggi saat awal Desember lalu. Saat itu memang cuacanya ekstrem. Selain rob juga angin kencang dan hujan lebat, sehingga terasa sekali dampaknya,” kata Wahyudin.

Beberapa pedagang warung makan di kawasan Kayutangi pun mengaku sudah siaga jika rob kembali mengancam. Menurut Mulyono, banjir rob pada awal Desember yang berlangsung sepekan cukup merepotkan, ketika air masuk ke warung makan yang dikelolanya.

“Karena sudah terbiasa dengan rob, ya sudah siap siaga. Barang-barang jualan kita taruh di tempat yang tinggi. Begitupula, aliran listrik juga telah diamankan. Namanya bencana, tak bisa diprediksi,” kata Mulyono.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.