Husairi Abdi

Banjarmasin Diserbu Rob, Warga Ramai-Ramai Turun Menombak Ikan

0

BANJIR rob melanda Banjarmasin ternyata tak hanya mendatangkan ‘penderitaan’. Nyaris pemukiman hingga jalan raya di ibukota Kalimantan Selatan direndam air pasang, Rabu (8/12/2021) hingga Kamis (9/12/2021) dini hari.

BAGI para penombak ikan, banjir akibat luapan air Sungai Martapura, Sungai Alalak dan Sungai Barito mendatangkan rezeki tersendiri. Seperti Junaidi, warga Alalak Utara RT 10 Banjarmasin Utara bersama rekannya beberapa malam ini mengaku selalu turun, terutama saat tengah malam ketika air pasang.

“Biasanya, saat air berarak pasang, banyak ikan yang masuk ke selokan dan jalan terendam. Kebanyakan ikan didapat berupa ikan nila, haruan, toman hingga lele. Mungkin, ada ikan dalam keramba milik orang yang lepas. Sebagian memang liar,” kata Junaidi kepada jejakrekam.com, Kamsi (9/11/2021) dini hari.

BACA : Akibat Banjir Rob, Ular Sanca Masuk Pekarangan Rumah Warga Pekapuran Laut

Saban malam saat banjir rob melanda Banjarmasin, Junaidi mengaku bisa dapat satu hingga tiga ekor ikan. Tak jarang bisa banyak lebih dari lima ekor ikan berbagai jenis. Titik perburuan di seputar Jalan HKSN Banjarmasin Utara, terutama di aliran sungai kecil atau parit.

“Kalau melihat cuaca sekarang memang musim barat. Jadi, banyu (air) pasang bisa berlangsung lama, Tak hanya seminggu, bisa sampai akhir Desember nanti. Kebiasaannya memang begitu,” kata Junaidi.

Aktivitas menangkap dengan tangguk atau jaring dan menombak ikan juga terlihat di beberapa ruas jalan terendam. Seperti di Jalan Kampung Melayu Darat, Jalan Pahlawan hingga ruas Jalan Kuin Selatan dan Kuin Utara terendam, banyak warga kampung ramai-ramai bawa tombing ‘serapang’ atau bermata tiga.

BACA JUGA : Hampir Seluruh Kecamatan Diserbu Air, BPBD Banjarmasin Sebut Banjir Rob Akibat La-Nina

Banjir rob merendam ruas Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat, hampir mata kaki dan selutut orang dewasa, Kamis (9/12/2021) dini hari.

Ahmad, warga Kuin Selatan mengakui dalam beberapa malam banjir rob selalu melanda, terutama di bantaran Sungai Kuin. Hingga tengah malam, air terus meninggi.

“Tadi, banyak motor yang mogok akibat menerjang banjir, karena air merendam di Jalan Kuin Selatan sudah setinggi semata kaki. Bahkan, ada sudah selutut,” kata Ahmad.

Pantauan jejakrekam.com, kawasan terendam kebanyakan berada di daerah aliran sungai (DAS) seperti Pekapuran, Kelayan, Alalak, Kuin dan lainnya.

Pakar kota Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Akbar Rahman pun memprediksi jika diamati dari perubahan iklim akibat La-Nina, pasang dalam yang dialami ibukota Kalsel bisa berlangsung lama.

“Kawasan yang terdampak memang kebanyakan berada di dataran rendah, terutama pemukiman penduduk di bantaran sungai. Durasi waktu banjir rob bisa empat jam, tergantung banjir rob ini tidak ditambah parah dengan tingginya curah hujan terutama yang turun pada malam atau tengah malam,” pungkas Akbar.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.