Husairi Abdi

Ini 5 Pegiat Seni Budaya dan 3 Tokoh Berpengaruh Menginspirasi yang Diusulkan Diberi Penghargaan

0

DEDIKASI para pegiat seni dan budaya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan bakal diganjar penghargaan. Saat ini, Dewan Kesenian Kota Banjarmasin telah merekomendasi lima figur bersama tiga tokoh berpengaruh dalam kesenian dan kebudayaan Banua.

PENGHARGAAN Seni Budaya Tahun 2021 ini akan diberikan pemerintah kota melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin.

Lima pegiat seni dan budaya maupun tokoh yang akan menerima penghargaan berdasar cabang seni adalah Muhammad Redho (Seni Rupa), M Hadzir (Seni Musik), Dini Maulidya (Seni Tari), Farid Fadilah (Seni Teater) dan Tarman Effendi Tarsyad alias TET (Sastra).

Selain itu, Dewan Kesenian Kota Banjarmasin juga mengusulkan penghargaan kepada tiga tokoh legendaris atau seniman yang memberi pengaruh besar atau menginspirasi terhadap kesenian dan kebudayaan Banua. Mereka adalah maestro lagu Banjar, H Anang Ardiansyah (almarhum), pemerhati budaya Syarifuddin R dan seniman muda pengembang; M Zahidi Bisyri Muttasimi.

BACA : Guru Besar Antropologi UGM Sebut Anang Ardiansyah adalah Orang yang Sangat Brilian

Proses pemilihan nama-nama dan tokoh itu pun melalui seleksi dan analisis mendalam melibatkan unsur pegiat seni dan penyelenggara budaya.

Dewan Kurasi atau Juri yang merekomendasikan itu adalah Dino Sirajuddin dan Mukhlis Maman yang mewakili unsur seniman. Kemudian, dari Hajriansyah (Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin), wartawan senior Hasan Zainuddin yang akrab dipanggil Paman Anum, serta Noorhalis Majid (pegiat budaya Kalsel).

“Jadi, dalam memilih lima nama serta tiga tokoh yang diusulkan mendapat penghargaan seni budaya oleh Disbudpar Kota Banajrmasin sudah melalui serangkaian perdebatan dan uji kompetensi,” kata Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah kepada jejakrekam.com, Senin (6/12/2021).

BACA JUGA : 40 Peserta Baca Puisi Bahasa Banjar, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Berhadiah Jutaan Rupiah

Menurut dia, dasar pertimbangan pun mencakup kegiatan para penerima penghargaan yang telah dilakukan, prestasi kesenian atau budaya yang panjang telah dilakoninya.

“Adakalanya satu nama dibanding dengan nama lain yang sebidang kesenian. Kami pun mencari rekam jejaknya kegiatan seni budaya yang telah mereka ikuti dan lalui,” papar Hajri-sapaan akrabnya.

Hajri melanjutkan pelibatan orang di luar seniman, namun masih terkait dengan penyelenggaraan kegiatan seni budaya merupakan langkah untuk menyeimbangkan pandangan terhadap mereka yang direkomendasi mendapat apreasiasi dari pemerintah kota.

BACA JUGA : Pencipta Mars Kayuh Baimbai Itu Meninggalkan Kita

“Ini semata-mata agar penilaian dari dewan juri tidak bias kepentingan. Ini mengingat kedekatan masing-masing seniman yang menjadi juri,” papar Hajri.

Pemilik Kampung Buku Banjarmasin ini mengakui seharusnya pemberian anugerah atau penghargaan kepada para pegiat seni dan budaya di ibukota Kalsel harusnya bertepatan pada Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-495 tahun pada 24 September 2021 lalu.

“Namun, karena butuh penilaian dan waktu, baru sekarang kami bisa merekomendasikan hal itu kepada Disbudpar Banjarmasin,” pungkas Hajri.(jejakrekam)

Pencarian populer:tokoh seni tari kalimantan selatan,tokoh tari kalimantan selatan
Penulis Rahim Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.