Husairi Abdi

Banjir Sudah Merendam 10 Kecamatan, HSU Masih Tetapkan Status Siaga

0

CURAH hujan tinggi dan meluapnya beberapa aliran sungai khususnya Sungai Balangan, Sungai Negara dan Sungai Tabalong menjadi penyebab banjir di 10 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

CELAKANYA lagi, banjir kiriman dari daerah tetangga; Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong turut memperparah tingginya rendaman air yang telah menyerbu sedikitnya 10 kecamatan di Kabupaten HSU, Jumat (3/12/2021).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, Sugeng Riyadi mengatakan hampir seluruh kecamatan yang ada di HSU terendam luapan air sungai, bahkan Kota Amuntai telah dikelilingi banjir.

“Kalau dari kondisi, sebenarnya status HSU ini sudah darurat banjir. Namun, saat ini, kami masih menunggu surat keputusan status terbaru HSU yang telah direndam banjir. Sebab, SK itu belum diteken Plt Bupati HSU (Husairi Abdi),” ucap Sugeng Riyadi kepada jejakrekam.com di Amuntai, Jumat (3/12/2021).

Dia menjelaskan BPBD terus menjalin koordinasi dengan semua camat yang ada di Kabupaten HSU. Sugeng menyebut dari keterangan para camat dampak yang dirasakan masyarakat bervariasi dari persentase kecil hingga ada yang 90 persen sudah terdampak.

“Semoga saja debit air di HSU tidak mengalami kenaikan, baik dari curah hujan maupun air kiriman dari Kabupaten Tabalong dan Balangan,” ucap Sugeng.

Menurut dia, harapan semua orang khususnya di HSU tentu grafik kenaikan air semakin menurun. Dengan catatan, daerah tetangga khususnya di wilayah atas; Balangan dan Tabalong tidak diterpa curah hujan yang siginifikan.

“Dengan kondisi ini, saya berharap seluruh elemen masyarakat HSU bekerjasama dan bergotong royong untuk membersihkan saluran air agar alirannya bsia lancar,” kata Sugeng.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati dengan kondisi banjir sekarang. Utamanya, menjaga anak-anak agar tak bermain di saat banjir.

“Untuk rumah warga yang terendam, kami minta aliran listriknya supaya dipadamkan atau diamankan. Kita harus menghindari insiden kecelakaan seperti kesetrum dan lainnya,” pungkas Sugeng.

Kondisi ruas Jalan Abdul Gani Majidi dan Jalan A Yani yang terendam banjri beberapa hari, terlihat pantauan pada malam hari air kian meninggi.(Foto Herry Yusminda)

Ketinggian air di jalan utama Kota Amuntai seperti Jalan Abdul Gani Majidi dan Jalan Ahmad Yani telah diserbu banjir. Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 70 centimeter.

Dinas Perhubungan Kabupaten HSU pun telah memasing pelang larangan melintas. Bahkan, garis polisi telah dipasang agar warga tak melintas di jalur drainase yang telah terendam air.

Wakil Ketua Komisi II DPRD HSU Teddy Suryana mengakui kondisi Kota Amuntai mulai terendam banjir. Beberapa ruas jalan telah digenang air dengan ketinggian air bervariasi. Seperti depan kantor Bupati HSU dan Kejari HSU, Jalan A Yani, Murung Sari, Amuntai Tengah.

“Kondisi air cukup dalam. Atas kondisi itu, saat ini sebenarnya memasuki masa transisi, sehingga Kabupaten HSU sudah bisa menetapkan status tanggap darurat,” ucap Teddy Suryana.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan DPRD telah berkoordinasi dengan BPBD HSU serta mendorong Dinas Sosial untuk memprakondisikan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.(jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.