Husairi Abdi

Perkuat Migitasi Bencana, Pemkab HST-Pemprov Kalsel Wajib Perjuangkan Waduk Pancar Hanau Terwujud

0

DALAM setahun ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tercatat sudah empat kali dilanda banjir jelang akhir 2021.

KEJADIAN ini terus berulang. Kerugian secara material pun sudah mencapai ratusan miliar. Meski hingga kini belum dilaporkan ada korban jiwa terdampak dari bencana hindrometeorologi itu.

Direktur Bornoe Law Firm (BLF) Banjarmasin, Muhamad Pazri mengingatkan agar Pemprov Kalsel serta Pemkab HST bisa bercermin pada bencana banjir di awal Januari 2021 lalu.

“Dari gugatan korban banjir di PTUN Banjarmasin beberapa waktu lalu telah dimenangkan masyarakat saat menggugat Pemprov Kalsel,” ucap Koordinator Tim Advokasi Korban Banjir Kalsel, Muhamad Pazri kepada jejakrekam.com, Minggu (29/11/2021).

BACA : Dari Riset Balitbangda, Terinspirasi Eropa Muncul Ide Geopark Meratus

Dia mendesak agar pemerintah pusat, Pemprov Kalsel terkhusus lagi Pemkab dan DPRD HST untuk mengkaji ulang izin pemanfaatan kawasan hutan yang tidak mendukung kelestarian lingkungan.

“Tentu saja, sambil menggalakkan program rehabilitasi hutan dengan penanaman pohon secara massal dan masif dan berskala luas,” ucap Pazri.

Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengatakan solusi jangka panjang guna mengurangi bencana dan kecepatan aliran permukaan tanah adalah dengan menanam pohon.

“Makin banyak penutupan pohon kesempatan air berinfiltrasi ke dalam tanah makin besar dibanding dengan air yang mengalir di permukaan tanah,” kata Pazri.

BACA JUGA : Presiden Jokowi Sebut Bendungan Tapin Mampu Kurangi Dampak Banjir hingga 60 Persen

Menurut dia, solusi yang tepat untuk menyelamatkan dan mengurangi banjir di HST, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan sekitarnya adalah membuat bendungan atau waduk. Ini sudah direaliasikan di Kabupaten Tapin.

“Memang butuh dana sangat besar dan lahan yang luas, karena untuk membangun bendungan di Kabupaten Tapin, harus menghabiskan anggaran Rp 986 miliar dan dibangun sejak 2015,” ungkap Pazri.

Menurut dia, banyak bukti ketika daerah lain di Indonesia sudah membuat bendungan atau waduk, tak hanya bermanfaat bagi pertanian, perkebunan dan pertanian namun juga bisa mengurangi banjir. “Fungsi bendungan pun bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA),” ucapnya.

BACA JUGA : Tanah Bumbu Sudah Siap Percepatan Pembangunan Bendungan Kusan

Pazri berharap agar Pemprov dan DPRD Kalsel bersama pemerintah kabupaten serta DPRD bersinergi dengan DPR RI perwakilan Kalsel agar bisa bersuara soal kebutuhan Banua, khususnya dalam mengantisipasi bencana alam, terutama banjir.

“Dengan dana yang besar, tentu butuh dukungan dari pemerintah pusat. Apalagi, informasi Pemkab HST bersama masyarakat HST pernah memperjuangkan agar dibangun Waduk Pancar Hanau di Hantakan. Ini harus segera diperjuangkan lagi,” tandas Pazri.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.