Jadi Penyangga IKN, Wahid Foundation Soroti Desa Rawan Disusupi Ekstremisme di Kalsel

0

ASISTEN Direktur Wahid Foundation, Visna Vulovik menyoroti wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai kawasan penyangga atau gerbang ibukota negara (IKN).

DARI amatan organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan pemikiran Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini, ada beberapa desa rentan disusupi pemahaman ekstremisme berbasis kekerasaan, jauh nilai-nilai toleransi dan kedamaian.

Lewat program desa damai, Wahid Foundation bersama LK3 Banjarmasin melakukan pendampingan kepada masyarakat di Desa Handil Birayang Bawah, Kecamatan Bumi Makmur, Pelaihari, Tanah Laut.

Visna menyampaikan, kawasan yang kerap menjadi lalu lintas perdagangan acapkali dimasuki pemahaman-pemahaman baru.

“Setiap wilayah yang di sampingnya kawasan besar dalam perindustrian, pulau-pulau yang menjadi lalu lintas perdagangan seperti di Kalsel ini, maka pasti akan membawa nilai,” ucap Visna Vulovik kepada jejakrekam.com, Minggu (28/11/2021) siang.

BACA : Jokowi Periode Kedua Dikupas di Kampung Buku

Menurut Visna, program desa damai ini demi menangkal perkembangan secara global di luar sana, dan terlebih adanya kemajuan zaman dengan perkembangam teknologi yang massif.  Seyogyanya, masyarakat desa perlu ditanamkan nilai toleransi dan kedamaian tersebut.

“Justru ketika seseorang yang tidak punya daya tahan maka sangat cepat terpengaruh dan syukur-syukur kalau terpengaruh hal baik, kalau jelek bagaimana? Itu sangat bahaya,” katanya.

Menurut Visnalagi, perlintasan daerah yang cukup tinggi di Pulau Madura dan Kalimantan, yang mana wilayah-wilayah itu tumbuh perkembangan kota yang pesat. Kata Visna, pihaknya selalu menyoroti desa-desa yang patut diedukasi untuk upaya preventif (pencegahan).

BACA JUGA : Perusak Alam Itu Penista Ajaran Agama

“Itu perlintasannya sangat besar dan tinggi pengaruhnya atas nilai-nilai yang muncul, satu per satu bakal hadir dalam kesehariannya,” ujar sarjana lulusan Universitas Indonesia ini.

Visna bersama empat rekan koleganya dari Wahid Foundation hadir untuk melihat langsung kondisi desa-desa di Kalimantan Selatan, khususnya kelima desa di Kecamatan Bumi Makmur. Kata Visna, ini kali pertama melaksanakan program desa damai sebagai pionir untuk desa-desa lainnya ke depan.

BACA JUGA : LK3 Banjarmasin-Wahid Foundation Gagas Desa Damai di Bumi Makmur Tala

“Ideologi yang dapat memecah belah kehidupan, adalah pemahaman baru dari luar yang kerap memakai dalil agama. Padahal, ulama-ulama kita seperti Tuan Guru Sekumpul sering menyampaikan nilai keberagaman, tetapi ada saja nilai dari luar yang membuat kita bermusuhan antar umatnya,” bebernya.

Kata Visna, sumber konflik yaitu persepsi (pemahaman), ekonomi, keyakinan dalam beragama, suku dan etnis. “Kondisi-kondisi itu hampir terjadi di desa-desa penyangga,” ucap anggota aktif South East Asia Network (SEAN CSO) itu.(jejakrekam)

Penulis Rahm Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.