Baca Puisi Bahasa Banjar, Dua Siswi SMK 1 Gambut Borong Piala Paman Birin

0

DUA siswi SMK Negeri 1 Gambut meraih juara baca puisi virtual pada perhelatan Piala Paman Birin. Keduanya adalah Gita Fadhila sebagai juara 3 dan Anggriani di posisi harapan 1.

EVEN itu dihelat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan oleh Pemprov Kalimantan Selatan berasama RRI Banjarmasin dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, sejak 28 Oktober hingga 15 November 2021.

Lomba pada tingkat SMA/SMK sederajat, Gita dan Anggriani bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Jujur senang, tapi di awal udah pesimis, pas dipanggil jadi juara tiga sama sekali tidak menyangka. Mama saya udah bilang semisal nggak juara yang penting pengalamannya terasa,” cerita Gita Fadhila kepada jejakrekam.com, Sabtu (20/11/2021).

Karena waktu mepet, Gita mengaku proses latihan secara mandiri. Namun, kata dia, guru sekolah sempat memberinya pelatihan secara serius sebelum tenggat pengumpulan video tersebut.

“Saya melatih diri memakan waktu selama 10 hari. Kalau proses latihan yang dibimbing guru yakni Irma Suryani, sehari saja. Sehari sebelum tenggat waktu video dikumpulkan,” ujarnya.

BACA : Taman Budaya Umumkan Para Juara Lomba Puisi Bahasa Banjar, Juri Beri Sejumlah Catatan

Semestinya, kata Gita, proses latihan bersama rekan temannya di sekolah lewat pertemuan secara langsung, namun tidak bisa ia hadiri. “Tapi saya nggak bisa hadir karena kegiatan pembelajaran tatap muka, sehingga belajar secara mandiri,” katanya.

Gita membawakan karya puisi Muhammad Advianor Adzemi yang berjudul ‘Banua Batangsa Nusia Balangsar Dada’ yang menceritakan tentang dampak dari serangan wabah Covid-19 di Banua.

“Kesulitannya sih ada di lawan dan diri saya sendiri. Lawan yang banyak dan berkualitas, tapi masalah paling besar ada di diri saya sendiri. Soalnya saya orangnya suka overthinking, dan takut diri saya belum maksimal,” ucap Gita.

Terkait penghayatan, Gita merasa agak dramatis dalam membawakan sajak tersebut. “Soalnya beda paragraf beda emosi, apalagi puisi bahasa Banjar. Saya belum pernah membawakannya, baru kali ini,” ujarnya.

BACA JUGA : 40 Peserta Baca Puisi Bahasa Banjar, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Berhadiah Jutaan Rupiah

Ke depan, Gita lebih mengasah diri lagi agar berkembang dalam menampilkan baca puisi bahasa Banjar. Supaya, menurut dia, mencoba menunjukan bahwa seni lisan itu tidak monoton seperti yang dikatakan banyak orang.

“Harapannya, semoga bisa membuka peluang untuk menjadi manusia berdaya saing tinggi. Karena jujur, setelah adanya pandemi. Saya menjadi kurang produktif, semoga dengan diberikan penghargaan ini membuat saya menjadi lebih berambisi untuk hidup layak,” ungkapnya.

Adapun, juara harapan 1 Anggriani merasa haru bisa mendapat posisi itu, karena harus bersaing dengan ratusan peserta lainnya.

“Perasaan saya kala itu saat mendengar nama saya disebut sebagai  juara harapan 1 Piala Paman Birin, tentu senang dan bahagia. Bahkan, tidak menyangka karena dari banyaknya peserta, dapat terpilih menjadi juara harapan 1,” ungkapnya.

BACA JUGA : Geber Pentas Seni, Banjarmasin Siap Jadi Tuan Rumah ASKS XX Tahun 2023

Demi memenangkan itu, Anggriani menghabiskan waktunya selama dua minggu guna melatih diri. “Saya juga melakukan latihan di rumah dan di sekolah dengan dibimbing oleh ibu guru Irma, selaku guru pembimbing saya,” ucapnya.

Kata Anggriani, kesulitan dalam latihan membaca puisi bahasa Banjar adalah melatih dinamika agar puisi tidak terdengar membosankan untuk didengarkan.

Puisi yang dibawakannya kala itu berjudul: “Mereka Telah Bersekutu” karya Mizniwati, yang menceritakan tentang keadaan dunia saat ini karena terserang Covid-19 yang menyebabkan banyak kematian di dunia.

BACA JUGA : Geram, Walikota Ibnu Sina Tulis Puisi Sungaiku, Buku DKDP Go Internasional

Untuk menghayati bait-bait puisi, Anggriani mengatakan lebih dulu memahami makna yang tersirat dalam puisi tersebut. Kemudian, dia menggunakan berbagai macam ekspresi mulai dari sedih, marah, dan benci. Ini semua untuk menyampaikan isi puisi yang dibacakan itu.

“Ketika mendapat juara harapan 1, hal yang terpikirkan adalah belajar dan terus belajar lagi. Ini agar ke depan dapat menjadi lebih baik lagi,” harap Anggriani.

Ia pun mengaku bangga demi mencapai prestasi yang dapat, banyak orang di sekitar seperti orangtua, guru pembimbing terlibat demi mengharumkan nama sekolah SMKN 1 Gambut.(jejakrekam)

Penulis Rahm Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.