Husairi Abdi

Disambut Bupati Balangan, 129 Karya Lolos Kambang Rampai Puisi ASKS XVIII

0

BUPATI Balangan, Abdul Hadi, menyambut kehadiran para tamu Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XVIII di Bumi Sanggam.

“SAYA Abdul Hadi, Bupati Balangan menyambut pian-pian (anda). Kabupaten Balangan tahun ini sebagai tuan rumah Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) ke-18. Mari kita sukseskan bersama perhelatan ASKS yang dilaksanakan pada tanggal 12-14 November 2021 ini,” kata Bupati Abdul Hadi kepada jejakrekam.com, Kamis (11/11/2021).

Dengan tema Maangkat Batang Tarandam, Hadi berharap lewat even bisa mendorong sastra Banjar untuk kekayaan sastra Indonesia.

Koordinator Acara ASKS XVIII, Fahmi Wahid menuturkan selain ajang silaturahmi para sastrawan Banua. Bahkan, ASKS merupakan even sastra satu-satunya yang konsisten berjalan rutin di Indonjesia.

“Setiap tahun bergiliran  tiap kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah. Kita patut bangga dengan adanya even Aruh Sastra Kalsel ini,” ujarnya.

BACA : 17 Tahun Aruh Sastra Kalimantan Selatan, Pelestarian Budaya Lisan Berbahasa Banjar

Fahmi mengatakan even ini juga sebagai penghimpun karya-karya penulis Kalsel agar mendapat tempat dan dapat dinikmati oleh khalayak. Ini demi menambah lahirnya bibit generasi untuk kemajuan literasi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Persiapan ASKS XVIII di Kabupaten Balangan ini sudah 90 persen dan tinggal pelaksanaannya di hari Jumat (12/11/2021) besok. Semoga berjalan lancar dan sukses berkat doa dan bersama-sama meramaikannya,” ucap Fahmi.

Bupati Balangan H Abdul Hadi bersama jajarannya rapat dengan panitia Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XVII di Balangan. (Foto Rahim Arza)

Mengenai tema yang diusung pada ASKS XVIII, Fahmi mengatakan hal itu sejalan dengan misi melestarikan kembali sastra atau bahasa Banjar sebagai bahasa daerah lokal secara utuh kepada masyarakat.

“Khususnya di Kalimantan Selatan agar tidak tenggelam ditelan zaman. Sekiranya bahasa daerah kita lebih dikenal di seluruh kalangan. Jangan sampai punah,” ucap penyair asal Balangan itu.

BACA JUGA : Aruh Sastra Kalsel 1 (2004) dan D. Zawawi Imron

Tahun ini ASKS ke-18, diakui Fahmi dapat berjalan secara luring. Hal itu tentu patut disyukuri karena silaturahmi dapat bertatap muka melepas rindu antar penggiat sastra/sastrawan.

“Dengan begitu dapat bertukar pikiran dan menghasilkan gagasan baru untuk kemajuan sastra di Kalsel,” ucapnya.

Masih menurut Fahmi, hal itu membuktikan bahwa sastra dapat terus berjalan walau dalam berbagai tantangan termasuk di masa pandemi ini,” ujarnya.

Harapan ke depan, Fahmi menginginkan kegiatan ASKS XVIII yang sudah memasuki putaran kedua ini, sastra Banjar maupun sastra Indonesia terus dapat berkembang.

“Kita pun bisa memasyarakatkannya melalui karya-karya sastra tradisi maupun modern, baik itu puisi, cerpen, novel, kisdap,syair, pantun, gurindam, kisah rakyat dan lain-lain, bahkan dalam segi  pergelaran sastra,” paparnya.

BACA JUGA : Sekelumit Riwayat Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS)

“Menjadi harapan bersama agar lebih banyak lagi bermunculan tunas muda yang gemilang dalam segi kuantitas maupun kualitas karya dan gerakannya,” pungkas Fahmi.

Berdasar hasil kurasi, terpilih 129 karya yang lolos untuk Kambang Rampai Puisi ASKS XVIII Balangan. Dengan 3 kurator terdiri dari Fahmi Wahid, Micky Hidayat, dan HE Benyamine.

BACA JUGA : Raih Penghargaan Setyasastra Nagari, Penyair Micky Hidayat Beri Catatan Kesusastraan di Kalsel

Sementara, jumlah asal penulis atau penyair per kabupaten/kota yang termuat dalam buku tersebut yakni: Hulu Sungai Tengah terbanyak dengan 25 penulis, Hulu Sungai Utara terseleksi 9 penulis, Hulu Sungai Selatan mengutus 8 penulis.

Berikutnya, dari Balangan 8 penulis, Tabalong 7 penulis, Tapin 2 penulis, Kabupaten Banjar 7 penulis, Banjarbaru 13 penulis, Banjarmasin 12 penulis, Barito Kuala 10 penulis, Tanah Laut 14 penulis, Tanah Bumbu 12 penulis, dan Kotabaru menyumbang 4 penulis.(jejakrekam)

Penulis Rahim Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.