Melintasi Ruas Jalan Gampa Asahi Terasa Naik Pesawat Kena Turbulensi

0

RUAS jalan nasional di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang terakses ke ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin, dalam kondisi memprihatinkan.

TERPARAH berada di Desa Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Hampir saban hari, kemacetan melanda kawasan itu. Bahkan, kendaraan bermotor pun harus bergantian untuk bisa menuju ke permukaan jalan yang masih beraspal.

Pantauan jejakrekam.com di lapangan, aktivitas pengerasan dengan tanah merah dilakukan para pekerja kontraktor pelaksana. Informasinya, proyek milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel ini berbiaya Rp 74 miliar bersumber dari APBN tahun 2021 dengan masa pengerjaaan berdurasi 600 hari kalender.

“Gila, sangat terasa perbedaan antara Banjarmasin dengan daerah penyangganya seperti Batola. Ketika memasuki Batola, sudah disambut jalan yang rusak dan menyempit,” ucap Sofyan, warga Banjarmasin kepada jejakrekam.com, Sabtu (6/11/2021).

Menurut dia, terpaksa mobil yang dikendarai harus meminggir ketika ada truk atau kendaraan lain hendak melintas di jalur yang sama. Utamanya, jalur yang masih terlihat bagus.

BACA : Jalan Desa Gampa Asahi Rusak Parah, Pemkab Batola Batasi Tonase Armada Angkutan Barang

“Ibarat naik pesawat, ketika melintas di ruas Jalan Gampa Asahi ini seperti kena turbulensi saat berada di awan hujan di langit. Ya, bergoyang-goyang, kalau misalkan as mobil keropos, bisa copot,” kata Sofyan, terkekeh.

Ia mengakui akses Jalan Gampa Asahi ini sangat vital keberadaan karena menjadi penghubung ke Jalan Trans Kalimantan baik mengarah ke Banjarmasin maupun ke Kalimantan Tengah atau Jalan Gubernur Syarkawi ke Jalan A Yani Km 17, Gambut, Kabupaten Banjar.

Menurut Sofyan, Jalan Gampa Asahi juga merupakan jalur logistik bagi Kalsel, terbukti beberapa truk angkutan barang dan bahan bahan minyak (BBM) mengarah ke Marabahan atau sebaliknya ke Banjarmasin.

BACA JUGA : Kini Hadir di Ulu Benteng, Syaifullah Sebut Pertashop Bisa Jual BBM Murah dan Berkualitas

Anggota Komisi III DPRD Kalsel dari Fraksi PDI Perjuangan, Fahrin Nizar mengungkapkan selalu memonitoring progress pengerjaan jalan di Desa Gampa Asahi.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel Fahrin NIzar saat memonitoring pengerjaan ruas Jalan Gampa Asahi Batola. (Foto Dokumentasi Pribadi)

Walau proyek ini bersumber dari APBN atau proyek nasional, Fahrin mengatakan dirinya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Batola, tetap terus mengawal agar akses jalan itu bisa mulus kembali seperti sediakala. Apalagi, kini jalan itu pun telah dilebarkan dengan membangun siring jalan serta peninggian jalan.

“Semoga akhir tahun ini, pengerjaan jalan ini cepat selesai, sehingga pengguna jalan bisa menikmati jalan ini mulus kembali. Memang, butuh kesabaran bagi para pengguna jalan saat melintas di titik krusial terparah di Desa Gampa Asahi,” kata Fahrin.

BACA JUGA : Macet Parah di Gampa Asahi, Dosen ULM Sebut Beban Batola Butuh Solusi Jangka Panjang

Dirinya bersama pihak BPJN Kalsel dan kontraktor pelaksana proyek milik Kementerian PUPR ini juga beberapa kali memonitoring perkembangannya. Termasuk, proyek preservasi jalan negara ruas simpang empat Serapat – Marabahan – Margasari – Kandangan.

“Kami terus mendesak agar percepatan proyek terutama di titik terparah di Desa Gampa Asahi. Ternyata, juga direspon pihak terkait seperti BPJN Kalsel,” kata Fahrin.

Sebelumnya, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha saat bertemu Bupati Batola Hj Noormiliyani dan anggota DPRD Kalsel dari Golkar, Hasanuddin Murad mengungkapkan jika dalam APBN Perubahan 2021 telah dialokasikan dana perbaikan jalan untuk wilayah Batola.  

“Totalnya mencapai belasan miliar rupiah untuk beberapa ruas jalan yang masuk di wilayah Batola. Jadi, kabupaten ini pun bisa terbuka aksesnya baik menuju ke Banjarmasin maupun ke provinsi tetangga, Kalimantan Tengah,” tutur Syaifullah.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.