Dulu Bernama Jalan Kleteng, Nostalgia Bangunan Tua Oentjeng di Sungai Baru

0

SALAH satu bukti Banjarmasin merupakan kota tua dan berkultur dagang bahari, masih bisa disaksikan di kawasan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah.

DI TEPIAN Sungai Martapura yang kini sebagian besar telah dibangun siring, ada beberapa  bangunan tempo dulu yang masih bertahan.

Sejarawan muda FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur pun menyebut salah satunya adalah bangunan tua yang ada di kawasan Sungai Baru itu bernama NV Handel Maatschappij Oentjeng.

“Bangunan ini khas berarsitektur peninggalan kolonial yang masih berdiri kokoh, walaupun diselingi kerusakan hampir di semua bagian bangunan,” ucap Mansyur kepada jejakrekam.com, Kamis (4/11/2021).

Ia menjelaskan bangunan itu bernama resmi NV Handel Mij. Oentjeng adalah perusahaan ekspor impor yang berdagang hasil bumi, terutama karet, rotan, damar dan lain lain dari Borneo (Kalimantan).

“Perusahaan ini berafiliasi dengan Bank Nederlandsche Handel Mij (Fakctorij) dan Nationale Handelsbank,” kata akademisi prodi sejarah FKIP ULM ini.

BACA : Jembatan Coen, Penghubung Dua Tepian dan Kutipan Tol Sungai

Peneliti sekaligus penulis buku sejarah yang akrab disapa Sammy ini menerangkan kantor dagang itu memang berpusat di Jakarta atau Batavia di era colonial.

“Sementara, untuk kantor cabangnya ada di Banjarmasin dan Sampit, Kalimantan Tengah. Sementara, agen penjualan di Semarang, Surabaya dan Singapura,” beber Sammy.

Bangunan tempo dulu N.V. Handel Mij. Oentjeng di Sungai Baru. (Foto Sugiharto Hendrata)

Untuk Oentjeng Jakarta sendiri beralamat telegram ABC 5 th Edition Bantley’s Complete Phrase Indonesia. Kemudian alamat kantor di Jalan Kopi 73 Jakarta.

BACA JUGA : Pasar Kupu-Kupu; dari Gemerlap Malam hingga Pasar Besi Bekas yang Digilas Zaman

Magister sejarah Undip Semarang ini mengungkap dalam beberapa iklan di Koran Nieuwsgier edisi Maret-Mei 1953 serta Java Bode edisi 1953, memuat pemberitahuan bahwa sejak 1 Januari 1952 perusahaan ini beralamat di Jalan Klenteng Nomor 1 Banjarmasin.

“Jalan Klenteng berbatasan dengan Schans van Thuyl weg (Jalan Schans van Thuyl) yang setelah kemerdekaan diganti dengan Jalan Sungai Baru,” beber Sammy.

Kantor Borneo Sumatra Handel Maatschappij (Borsumij) yang merupakan perusahaan besar di era kolonial Belanda di Banjarmasin. (Foto KITLV Leiden)

Selain itu, beber dia, termuat pengumuman teknisi di bagian shipping bernama JJ Donk kemudian disusul FK Kupper dan E Heynis telah mengundurkan diri dari perusahaan ini.

“Perusahaan ini dipimpin direktur Kwee Ho Oen dan Kwee ho Tjeng. Dalam menjalankan perdagangan menggunakan armada NV Nederlandshe LLoyd Ongevallen,” tutur Sammy.

BACA JUGA : Dikembangkan Era Residen Krosen, Kisah Kanal Oelin Hingga Kanal A Yani (2)

Ia pun mengutip ihwal perusahaan dagang era kolonial itu tertulis dalam Buku Peringatan Ulang Tahun Ke-Lima Chung Hua Tsing Nien Hui Djakarta, dimana perusahaan ini turut menjadi sponsor.

Sebelum ada proyek siring Sungai Martapura yang juga menyasar kawasan Sungai Baru, dulunya banyak berdiri rumah lanting. Namun, kini rumah lanting yang menjadi bagian dari budaya sungai di Banjarmasin itu tergusur karena denyut pembangunan kota yang lebih mengutamakan moderintas, dibanding mempertahankan identitas ketuannya.(jejakrekam)

Penulis Rahim Arza/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.