Husairi Abdi

Mengunjungi Lano, Desa Perbatasan Kalsel dengan Pesona Air Terjun dan Wisata Hutan

0

KABUPATEN Tabalong memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang memikat mata. Salah satunya adalah Desa Lano, Kecamatan Jaro, yang berada di perbatasan Kalsel-Kaltim.

DESA yang berjarak 90 kilometer dari pusat kabupaten Tabalong ini memiliki dua objek wisata unggulan, yakni Air Terjun Lano dan wisata alam hutan.

Dari desa, hanya perlu menempuh jarak sekitar 600 meter dengan jalan semen untuk sampai ke air terjun dan hutan lindung.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Terjun Lano, Yamin Efendy, menceritakan wilayah ini sebelumnya hutan lindung di bawah pengawasan Dinas Kehutanan Kalsel.

BACA JUGA: Pulau Burung, Destinasi Wisata Kalsel di Masa Depan

Agar kawasan tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekitar, maka pihaknya mengajukan status dari hutan lindung menjadi wilayah yang dikelola lembaga pengelola hutan desa (LPHD).

“Izinnya terbit tahun 2015, kemudian pada tahun 2016, Air Terjun Lano ini sudah dinikmati para wisatawan baik mancanegara sampai lokal. Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, sudah mendukung dan membangunkan sarana dan prasarana di kawasan ini,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, dari potensi wisata alam di Lano, pokdarwis setempat bisa mendapat pemasukan di kisaran Rp 100 juta lebih dengan jumlah rata-rata pengunjung sekitar 20 ribu orang per bulannya. “Uang itu untuk bantu sarana prasarana desa ini,” kata dia.

Kendati demikian, itu cerita dulu. Tepatnya sebelum pandemi Covid-19 melanda. “Adanya pandemi ini pengunjung turun drastis. Bahkan pemasukannya pun paling 30 persen saja,” kata Yamin. (jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.