Husairi Abdi

Audiensi soal Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin, Rektor ULM Sebut BEM Maulu-ulu

0

REKTOR Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Sutarto Hadi mengatakan pihaknya tetap memberikan gelar doktor kehormatan di bidang pertanian bagi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam sidang senat terbuka Kamis (29/10/2021).

KENDATI mendapatkan gelombang penolakan yang masif, Sutarto bilang pemberian gelar doktor kehormatan bagi Sahbirin melewati perjalanan panjang.

“Beliau telah mempresentasikan berbagai kebijakan yang sudah dijalan di sektor pertanian di hadapan tim penguji, beliau hanya sendiri tanpa didampingi SKPD terkait,” ujar Sutarto saat beraudiensi dengan mahasiswa, Rabu (27/10/2021).

Sutarto mengakui Senat ULM memang tidak satu suara mengenai rencana pemberian gelar doktor kehormatan, terlebih Gubernur Kalsel belum menerbitkan jurnal ilmiah maupun buku yang dapat dibaca oleh masyarakat. Namun pada titik kesimpulannya, pemberian gelar doktor kehormatan tetap dilangsungkan.

Secara garis besar, kata Sutarto tim penguji menilai kebijakan gubernur di bidang pertanian sebagai bentuk kearifan lokal untuk masyarakat Kalsel. Terlebih suksesnya penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS)di Kecamatan Jejangkit dua tahun silam.

“Gubernur berbulan-bulan di lapangan, dan bekerja secara serius untuk menggarap lahan di Kecamatan Jejangkit, meski kondisi lahan di sana dalam kategori suboptimal,” kata dia.

BACA JUGA: Senat ULM Setuju Beri Gelar Doktor Kehormatan bagi Paman Birin, Ini Alasannya!

Sutarto mengklaim keberhasilan lahan pertanian seluas 4.000 hektare di Jejangkit menginspirasi pemerintah pusat untuk mengembangkan Food Estate di Kalteng seluas 1 juta hektare.

Di tempat yang sama, Wakil rektor I di Bidang Kemahasiswaan Prof Aminuddin Prahatama Putra berkata pemberian sudah sesuai dengan peraturan, baik Permendikti maupun statuta ULM.

“Banyak perguruan tinggi telah memberikan gelar DR Hc, pak Jusuf Kalla saja beberapa perguruan tinggi yang memberikan gelar doktor kehormatan, bahkan mantan presiden (Megawati) saja mendapatkan gelar profesor kehormatan,” jelas Aminuddin.

Ucapan selamat dan sukses atas pemberian gelar doktor kehormatan bagi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di depan Kampus ULM. Sumber: Ahmad Husaini/Jejakrekam

Dia mengakui salah satu Senat ULM sempat meminta untuk menunda pemberian gelar doktor kehormatan bagi Sahbirin sebelum diterbitkannya riset ilmiah terindeks maupun buku karya Gubernur Kalsel.

“Pada saat rapat anggota senat, saya bilang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan jurnal, dan semuanya terdiam,” lanjut Aminuddin.

BACA JUGA: Tolak Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin, Alumni ULM Galang Petisi Change.org

Dia menyayangkan sikap BEM yang telah menolak rencana ini, dan membesar-besarkan persoalan internal kampus, sehingga menjadi bola liar.

Salah satu momen menjelang audiensi berakhir, Sutarto Hadi sempat sedikit geram. Hal ini lantaran seluruh BEM ULM sepakat menyatakan sikap menolak penganugerahan gelar doktor kehormatan untuk Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Menurut Sutarto, audiensi bersama perwakilan BEM se-ULM yang berlangsung hampir dua jam itu hanya buang-buang waktu. Dia menilai hal ini sengaja dikonsep sejak awal agar BEM tetap menolak penganugerahan gelar tersebut.

“Buat apa tadi ada audiensi kalau kalian (BEM se-ULM) sudah ada konsep sendiri. Buang-buang waktu saja, kalo kata orang Banjar itu maulu-ulu. Perlu diingat, bila ingin dihargai, belajarlah menghargai orang lain,” di hadapan mahasiswa.

Tak berselang lama, audiensi pun ditutup. Sutarto Hadi bersama jajarannya langsung meninggalkan ruangan dengan cepat. Ketua BEM ULM Ahmad Rinaldi menjelaskan alasan pihaknya tetap menolak pemberian gelar Dr HC untuk gubernur tersebut lantaran selama audiensi tak ada argumen kuat dari rektorat.

BACA JUGA: Rajin Sumbang ULM, Paman Birin Diusulkan Dapat Gelar Doktor Kehormatan

“Seandainya Pak Rektor bisa menguatkan argumen kepada kami, bisa saja BEM ULM juga mendukung penganugerahan itu,” ujarnya.

Rinaldi bilang alasan dasar pejabat kampus untuk memberikan gelar kepada Paman Birin itu tidak relevan.
Mulai dari meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian hingga soal bantuan anggaran untuk kampus ULM.

“Itu sudah jadi kerjaannya gubernur, tanggung jawabnya pejabat daerah untuk mensejahterakan rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, hal itu bisa saja diapresiasi dengan cara lain, bukan seperti pemberian gelar doktor kehormatan ini. Ke depan, BEM ULM, kata Rinaldi masih merancang rencana terlebih dahulu apa yang akan dilakukan. (jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.