Puluhan Ribu Obat Curah Diamankan Satresnarkoba Polres Balangan

0

BERKEDOK toko obat, dua tersangka tindak pidana kasus penyalahgunaan narkotika diamankan oleh Sat Resnarkoba Polres Balangan. Keduanya ialah JM (46) dan MS (40) yang ditangkap di wilayah Desa Palampitan Hulu Sungai Utara, Kalsel.

DIKETAHU, kedua tersangka yang diamankan tersebut merupakan hasil dari pengembangan kasus yang melibatkan satu penjual obat curah di wilayah Paringin.

Kapolres Balangan, AKBP Zaenal Arifin menerangkan perihal penangkapan terhadap JM dan MS.  Dimana, JM dan MS ialah penjual obat di Desa Palampitan Hulu.

BACA : Mudahkan Masyarakat, Polres Balangan Luncurkan SKCK Keliling

Rupanya, dibalik toko obat yang mereka operasionalkan, kedua lelaki ini juga menjual obat curah. Ny, tersangka kasus penyalahgunaan narkotika yang sebelumnya diamankan oleh Satresnarkoba Polres Balangan di Paringin, adalah satu pembeli di tempat mereka.

“Jadi penangkapan yang dilakukan terhadap JM dan MS adalah hasil pengembangan dari penangkapan Ny di Paringin,” ucap AKBP Zaenal Arifin saat press conference bersama awak media di halaman Mako Polres Balangan, Selasa (26/10/2021).

Dari hasil penangkapan itu, didapati puluhan ribu barang bukti berupa obat curah bentuk tablet warna putih yang diduga mengandung narkotika jenis Karisoprodol.

Bahkan di rumah JM, lokasi penangkapan, ditemukan pula kertas kotak bekas yang ditempel pada bagian dinding. Dimana pada kertas tersebut, dituliskan tata cara pembelian obat curah.

BACA JUGA : Polres Balangan Ungkap Peredaran Kasus Narkoba, Satu Orang Merupakan Pemain Lama

“Tolong jangan dibiasakan nukar to duitnya kurang harus 3 biji Rp 21.000, jangan nukar 3, duit 20.000. Kasian kawan. Sadar diriai kalo tatagur,” begitulah tulisan pada kertas yang juga turut diamankan sebagai barang bukti.

JM dan MS, diamankan oleh Satresnarkoba Polres Balangan pada Rabu (20/10/2021). Tidak ada perlawanan yang dilakukan oleh keduanya. Lantas, bersama barang bukti, JM dan MS pun diamankan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kasat Resnarkoba Polres Balangan, AKP Yadiyatullah menambahkan ada beberapa jenis obat curah yang dijual oleh JM dan MS.  Ada yang berbentuk bulan dan ada pula yang berbentuk kapsul. 

Sementara harga perbutir obat curah, khusus yang bulat, pertabletnya dijual Rp7.000 pada wilayah Amuntai. Sedangkan di Paringin, dipasarkan dengan harga Rp 12.000.

Ada kurang lebih 55.500 butir obat curah yang diamankan pada kasus tersebut. Hingga saat ini, perihal tersangka memproduksi sendiri atau membeli di tempat lain masih dalam pengembangan pihak Polres Balangan.

“Kami masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ucap Iptu Yadiyatullah.

Adapun rincian barang bukti yang diamankan yakni 52  paket besar obat curah bentuk tablet bulat warna putih yang diduga mengandung narkotika jenis karisoprodol isi 1.000 butir per paket dengan total 52.000 butir.

140 paket kecil obat curah bentuk tablet bulat warna putih yang diduga mengandung narkotika jenis karisoprodol isi 25 butir per paket dengan total 3.500 butir. Total narkotika jenis karisoprodol keseluruhan 55.500 butir.

Kemudian, didapati pula 282  paket kecil obat curah tanpa merk bentuk tablet lonjong warna putih isi 12 butir per paket dengan total 3.384 butir, tiga bungkus plastik klip warna bening, dua embar kantong plastik warna hitam, satu buah toples warna bening dan satu buah box container ukuran kecil warna putih.

Diamankan juga satu buah Box Container ukuran besar warna putih , satu buah kardus warna coklat, uang senilai Rp. 9.185.000, satu unit handphone merk Samsung SM-B310E warna biru dengan nomor simcard 0821-5355-0639.

Terhadap kasus tersebut, JM dan MS disangkakan tindak pidana yang tertera pada Pasal 114 Ayat (1) sub Pasal 112 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Permenkes Nomor 07 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika atau Pasal 197 sub Pasal 196 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.(jejakrekam)

Penulis Gian
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.