Husairi Abdi

20 Warga Desa Anjir Serapat Muara Dilatih Bikin Kain Sasirangan

0

HANTAMAN pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak kegiatan perekonomian masyarakat sempat lumpuh. Salah satu dampak itu turut dirasakan Desa Anjir Serapat Muara, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

BERKURANGNYA pendapatan hingga banyak tenaga kerja asal desa itu harus dirumahkan pihak perusahaan. Ini akibat terimbas pandemi berkepanjangan. hampir dua tahun ini.

Kepala Desa Anjir Serapat Muara, Gazali Rahman berinisiatif untuk menciptakan lapangan kerja swadaya bagi masyarakatnya. Kini, ada 20 warga dilatih untuk mengikuti pelatihan pembuatan kain sasirangan. Kain bermotif batik jemputan ini pun kini dilirik karena memiliki nilai jual ekonomis.

Di kediamanya, warga desa penghasil beras lokal bermutu Kalsel diajarkan tahapan membuat kain sasirangan bermutu.

“Ada 20 warga yang dilatih langsung dari instruktur kain sasirangan. Pelatih ini didatangkan oleh Pemprov Kalsel dan Pemkab Batola ke desa kami,” ucap Gazali Rahman kepada jejakrekam.com, Selasa (26/10/2021).

BACA : Pantau Pelayanan Publik, Komisi I Bertandang ke Kecamatan Anjir Muara

Menurut dia, warga pun dilatih selama empat hari dimulai pada Selasa (26/10/2021) hingga berakhir pada Jumat (29/10/2021). Dengan adanya pelatihan membuat kain sasirangan ini, Gazali berharap agar warganya bisa memiliki keahlian memproduksi produk sandang berkualitas itu.

“Selain pelatihan kain sasirangan, kami juga sebelumnya mengadakan pelatihan membuat kerupuk dari ikan seluang. Sebab, pasokan ikan seluang di sini cukup banyak. Jadi, bisa menambah pendapatan bagi warga selama menjalani pandemi Covid-19,” tutur Gazali.

BACA JUGA : Hasil Panen Melimpah, Harga Padi Varietas Lokal di Banjarmasin Masih Murah

Ia menjelaskan dari tiap rukun tetangga (RT) diwakili dua hingga tiga warga mengikuti pelatihan membuat kain sasirangan. Menurut Gazali, dalam pelatihan ini pun tetap diutamakan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Peserta pelatihan diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan bersih dengan sabun dan air di tempat tersedia. Ya, lewat pelatihan ini, kami berharap warga desa bisa lebih kreatif dan memiliki skill. Tujuan akhirnya, jika mereka sudah terampil maka bisa mendatangkan pendapatan bagi rumah tangganya,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.