Husairi Abdi

Tiga Hari Diisi Atraksi Seni, Festival Budaya Pasar Terapung Resmi Ditutup

0

PUNCAK Festival Budaya Pasar Terapung 2021 di kawasan Gubernuran lama, Jalan Sudirman, Banjarmasin, dihadiri banyak orang. Bahkan, ruas jalan itu sempat dipadati warga karena tepat di akhir pekan.

PANTAUAN jejakrekam.com, Minggu (24/10/2021), festival tahunan yang sempat tertunda selama setahun akibat pandemi Covid-19 ini menjadi wahana hiburan masyarakat. Terutama di kawasan Siring Nol Kilometer.

Stan kuliner warung Banjar, atraksi 100 acil jukung, panggung bagi artis Banua, hingga lomba perahu hias di Sungai Martapura, di antaranya perhelatan di Festival Pasar Terapung 2021.

Beberapa relawan pemadam kebakaran dari berbagai instansi dan perkumpulan ikutan nimbrung. Mereka berjuang untuk meraih prestasi dan tropi yang disediakan di festival ini.

Nah, di hari penutupan festival diisi dengan pagelaran seni budaya seperti pentas tari dan wayang ajen di panggung utama.

BACA : Bangkitkan Sektor Pariwisata, Sekdaprov Buka Festival Pasar Terapung

Kepala Dinas Pariwisita  Kalsel Syarifuddin mengungkapkan gelaran festival budaya selama tiga hari ini telah menghadirkan berbagai pentas seni yang bisa dinikmati masyarakat umum.

“Bahkan, pentas wayang ajen yang disponsori Kementerian Pariwisata RI, dan fashion show busana batik sasirangan mendapat sambutan hangat dari masyarakat,” kata Syarifuddin dalam sambutannya mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Ia menerangkan evan Festival Budaya Pasar Terapung telah berlangsung sejak 2006. Bahkan, terus berlangsung dengan meriah. Ini menjadi promosi pariwisata Kalsel serrta sebagai pelestarian seni budaya.

BACA JUGA : Senja Kala Pasar Terapung Kuin dalam Memori Tersisa Mendiang ‘Acil RCTI Oke’

“Untuk itu, kesenian tradisi daerah yang eksistensinya mulai memudar bisa diberi ruang untuk ditampilkan di Festival Budaya Pasar Terapung. Ya, seperti kesenian kurung-kurung, musik panting, dan wayang Banjar,” beber mantan pejabat Pemkab Tanah Bumbu ini.

Ia juga menerangkan gelar permainan tradisional rakyat seperti balogo dan bagasing. Hingga, beragam kuliner tradisional Banjar yang memiliki citra rasa luar biasa juga memikat para pengunjung.

“Ini menjadi andalan kepariwisataan daerah di Kalsel terdiri dari 13 kabupaten/kota ini,” kata Syarifuddin. 

Menurut dia, dengan digelarnya panggung budaya semacam ini diharapkan bisa mendongkrak pariwisata di daerah dan mancanegara.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.