Kunjungi Venue Mural, Disporabudpar Banjarbaru Siap Geber BMF Jadi Ajang Nasional

0

WALIKOTA Banjarbaru HM Aditya Mufti Arifin bersama Founder Semangat Muda dan Direktur Amanah Borneo Park, resmi membuka acara Banjar Mural Festival (BMF) 2021 di salah satu venue mural yang ada di Amanah Borneo Park (ABP) di Jalan Taruna Bhakti, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

LEWAT selebrasi cap tiga tangan yang berwarna-warni, maka berjalanlah para muralis sebagai penanda kegiatan yang bakal dicanangkan dalam agenda perhelatan tahunan ini.

“Tadi Pak Walikota Banjarbaru menyempatkan membuka ditengah agenda perjalanan dinas beliau ke Yogjakarta. Jam 11.00 mesti berangkat, jadi cuma sebentar membuka dan keliling di sini,” ucap Founder Semangat Muda, Putra Qomaluddin kepada jejakrekam.com, Rabu (12/10/2021).

Mengutip pernyataan Walikota Banjarbaru, Qomaluddin bilang, pihak pemerintah kota bakal mendukung sepenuhnya hingga ingin menjadikan kalender event tahunan di kota idaman tersebut. “Beliau berharap, menginginkan adanya agenda Mural Banjar Festival ini dapat dijadikan calender of events. Tentu semua ini berkat dorongan stakeholder yang terlibat,” ucapnya.

Bagian kegiatan BMF ini, kata Qomaluddin, sebagai pemicu lainnya agar dapat melakukan cara kreativitasnya ditengah pandemi. Tentu, menurutnya, upaya itu juga mendorong aspek serta unsur dalam pemulihan ekonomi di daerahnya.

“Selain pemulihan ekonomi juga membangkitkan sosial-budaya, dan dalam hal ini, Pak Walikota berpesan juga agar tetap menerapkan protokol kesehatan,”

BACA : Cap Tangan Walikota Banjarbaru jadi Penanda, Banjar Mural Festival 2021 Resmi Dimulai

“Yang terpenting, agenda ini pasca kegiatan yang dapat menarik masyarakat agar datang ke Banjarbaru. Menjadi alasan dan alasan, salah satunya yaitu kegiatan mural ini,” ujarnya.

Touring motor untuk mengunjungi venue mural dilakoni Kepala Disporabudpar Banjarbaru, Hidayaturahman bersama komunitas motor. (Foto Rahim Arza)

Kata Qomaluddin, lewat festival mural ini juga dapat menginspirasi pelaku seni lainnya agar dapat mengembangkan kotanya lewat seni. “Tiga tangan itu sebagai penanda agenda festival mural ini, dan nantinya akan diperindah lagi lewat para pemural,” ucap Ketua HIMPI Kabupaten Banjar itu.

Senada dengan Qomaluddin, Direktur BMF Novyandi Saputra menyampaikan, agenda ini bertujuan agar terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Bahkan, dia telah berencana membuka ruang-ruang itu ke wilayah luar Kalimantan Selatan, hingga terhubung agenda ini ke nasional.

“Saya sudah menghubungi beberapa kolega, yang menyambut niat itu. Semoga, adanya Banjar Mural Festival ini berdampak baik baik pegiat seni, khususnya para muralis. Kalau bisa, Kampung Pelangi di Banjarbaru itu menjadi kampung mural, dan wilayah Sungai Bilu di Banjarmasin juga,” tawar Novyandi di sela Talkshow.

BACA JUGA : Gambarkan Kondisi Pandemi, Jika Sukses Banjar Mural Festival Bakal Jadi Even Tahunan

Novyandi pun optimistis dengan agenda berskala nasional, jika didukung para stakeholder. Bagi dia, seni itu dapat membangun suatu kawasan kota.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kota Banjarbaru Hidayaturahman di sore harinya melakukan City Riding, meninjau semua venue mural di Kota Banjarbaru bersama komunitas motor Barakat Kuitan, JBI Banjarbaru, Klasik motor, dan Martabak club, dengan Titik akhir di Cuffe Cub dilanjutkan dengan Talkshow.

Pukul 16.00 wita, sederet motoris berkeliling kompoi bersama sang kepala dinas yang tengah mengendarai motor klasik sembari memandu perjalanan itu.

Talkshow dihelt dalam rangkaian BMF di Banajrbaru untuk menegaskan mural adalah bagian dari kreativitas kota. (Foto Rahim Arza)

Hidayaturahman bilang, banyak jenis seni yang dapat dipotensikan namun kali ini hanya mural saja dapat diwujudkan dalam kegiatan tersebut. Misalnya seni vandalisme, menurutnya upaya mencorat-coret dinding yang merusak tatanan kota saja. Dia pun enggan mendukung hal demikian, berbeda dengan graffiti dan mural.

“Graffiti itu karya seni rupa yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kalimat tertentu di atas dinding. Alat yang digunakan biasanya cat semprot kaleng,” ujarnya.

BACA JUGA : Menjaga Daya Kritis, Banjar Mural Festival 2021 Digeber 12-17 Oktober di Dua Kota Besar

Sementara dengan mural, menurutnya lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu, bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar. Ia menyebut, keindahannya itulah sebagai warna dari sisi kota.

“Adanya festival mural ini, lebih cantik dan lebih indah di seluruh sudut kotanya. Tentu juga adanya ini agar menjadi wadah bagi para pemural,” ucap Hidayat.

Di tahun mendatang, Hidayaturrahman berharap akan dapat dilaksanakan kembali secara lebih besar lagi. “Menjadikan even nasional, atau bahkan sebutannya sebagai agenda andalan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Rahim Arza
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.