PTM Dimulai Pembelajaran dilakukan Bergantian setiap minggu

0

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) untuk SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Kalimantan Selatan mulai diberlakukan, Senin (4/10/2021).

PENERAPAN PTM ini sesuai Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, nomor : 005/2234/Set Dikbud tanggal 30 September 2021 tentang Penunjukan Pelaksanaan Ujicoba PTM Terbatas, bagi SMA/SMK dan SLB yang hanya 30 sekolah se Kalsel, salah satunya adalah SMKN 3 Kota Banjarmasin.

Kepala Sekolah SMKN 3 Banjarmasin, melalui Ketua Satgas Covid 19 SMKN 3 Banjarmasin, Nurul Hasanah kepada jejakrekam.com mengatakan, sangat gembira karena SMKN 3 Banjarmasin dapat melakukan PTM. “Dari sekian banyak sekolah tingkat atas, kami salah satu yang menjadi ploting di Kalsel, khususnya di Kota Banjarmasin bersama SMAN 5 Banjarmasin,” ujarnya.

BACA: PTM SMA Sederajat Hanya 30 Sekolah di Kalsel, Ini Daftarnya!

“PTM ini sebenarnya sangat kita tunggu, dan alhamdulillah kita sambut gembira baik para guru maupun para siswa yang saat ini berjumlah 2004 orang. Tapi dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Terkait vaksinisasi, para guru SMKN 3 Banjarmasin sudah mencapai 95 persen. Lima persen yang belum dikarenakan ada yang sedang hamil dan juga ada yang sedang sakit.

“Untuk siswa sudah mencapai 1.700 orang yang sudah di vaksin, sedangkan sisanya yang tidak divaksin diantaranya tidak mendapat izin orang tua. Sementara hari ini ada 200 siswa yang mengikuti vaksin di Rumah Sakit TPT dalam rangka HUT TNI,” bebernya.

“PTM hari ini hanya melakukan simulasi saja, serta melakukan kebersihan lingkungan sekolah selama dua hari. Selanjutnya pada hari Rabu (6/10/2021) baru kita melaksanakan pembelajaran di kelas,” sambungnya.

BACA JUGA: Terapkan PTM Terbatas di Sekolah, Komisi IV DPRD Banjarmasin Ingatkan Ikuti Aturan

Rencananya PTM dalam satu kelas hanya memberlakukan maksimal 50 persen saja. Sehingga apabila setiap kelas ada sebanyak 36 siswa, maka akan dibagi dua kelas, dan masing-masing kelas hanya 18 siswa.

Dari jumlah siswa sebanyak 2004, maka untuk tatap muka nanti hanya sebanyak 1002 siswa per minggu. “Setiap harinya diberlakukan per shift. Untuk kelas 12 masuk pagi, sedangkan kelas 11 dan kelas 10 masuknya siang,” ungkap Nurul Hasanah.

Senada dengan dewan guru, Ananda siswa Kelas 11 mengatakan, sangat gembira dengan diberlakukannya PTM di sekolahnya. “Bisa ketemu sama teman-teman, sebab selama ini kita tidak saling mengenal dan bahkan kita langsung duduk di Kelas 11, memang waktu kelas 10 pernah berkumpul, tapi itu cuma ada sosialisasi saja,” ujarnya.

“Disamping juga dengan adanya PTM ini, kita sangat mudah memahami pelajaran yang disampaikan guru, dibanding lewat daring yang sulit dimengerti,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.