Sampah Makan Separuh Jalan, DLH Siapkan TPS Pengganti di Jalan Lingkar Dalam Selatan

0

SABAN sore saat melintas di ruas Jalan Lingkar Dalam Selatan, Pekapuran Raya, Banjarmasin selalu menumpuk. Bahkan, memakan sebagian ruas jalan yang terhubung ke flyover, Gatot Subroto Jalan A Yani.

MULAI pukul 16.00 sore hingga malam hari, gundukan sampah dari rumah tangga dan lainnya menebar bau tak sedap. Namun, keberadaan sampah itu mendatangkan rezeki bagi sejumlah pemulung.

Salah satunya adalah Jamal. Warga Pekapuran Raya ini mengaku tiap sore datang ke tempat pembuangan sampah (TPS) itu untuk mengais sisa-sisa botol dan kardus ditukar menjadi lembaran rupiah.

“Tiap sore memang banyak sampah berdatangan dari berbagai tempat di sini. Sebagian sampah bisa dimanfaatkan untuk dijual ke pengumpul. Seperti botol plastik dan kardus,” ucap Jamal kepada jejakrekam.com, Minggu (26/9/2021).

Ia pun sudah terbiasa dengan bau tak sedap dari sampah yang tiap hari menumpuk sejak sore hingga malam hari itu. Bahkan, dari mengais sampah, tiap bulan bisa mendapat uang sebesar Rp 1,5 juta.

Jamal tak sendiri. Ia mengajak istri serta teman-temannya untuk mengumpulkan sampah bernilai ekonomis. Selebihnya, sampah-sampah yang tak terpakai dibawa petugas kebersihan untuk diantar ke tempat pembuangan akhir (TPA) Basirih.

BACA : Buang Sampah Makin Jauh, Warga Protes Penutupan TPS Pasar Kuripan Tanpa Pemberitahuan

Pantauan jejakrekam.com, gara-gara tumpukan sampah itu, badan jalan pun ‘hilang’ separuh. Tak ayal, saat melintas di TPS itu, para pengendara harus sabar, bahkan kerap terjadi kemacetan. Itu ketika, truk-truk sampah datang ke tempat itu.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Marzuki tidak menampik TPS yang berada di bahu jalan itu, sampahnya meluber sampai ke bahu jalan.

“Kawasan itu menjadi prioritas kami untuk dibersihkan agar tak memakan separuh jalan. Kami terjunkan armada dan petugas agar cepat teratasi, sehingga sampah itu tak menumpuk lama, karena bisa mengganggu pengguna jalan,” ucap Marzuki.

Aktivitas warga dan petugas kebersihan hingga malam hari mengangkut dan memanfaatkan sampah di Lingkar Dalam Selatan.

Menurut dia, saat ini, DLH Banjarmasin tengah mencari lahan kosong yang tak jauh dari TPS, agar persoalan itu tak terus terulang.

“Saat ini, untuk anggaran penyediaan TPS di sekitar Jalan Lingkar Dalam Selatan telah diusulkan tahun depan dalam APBD 2022,” kata Marzuki.

BACA JUGA : Tertibkan Warga dengan Optimal Pengawasan Pembuangan Sampah

Ia menyebut TPS itu dimanfaatkan warga yang berada di tujuh kelurahan untuk membuang sampah. “Kami sudah meminta pihak kelurahan untuk mencarikan lahan kosong, sehingga warga bisa membuang sampah tak lagi di tempat itu, karena memang sampah sering meluber ke tengah jalan,” ujar Marzuki.

Memasuki musim buah, Marzuki menyebut volume sampah yang dihasilkan di Banjarmasin berkisar 4 ton per hari. Makanya, armada pengangkut sampah itu ditambah, jika lazimnya hanya satu unit ditambah jadi dua truk.

“Apalagi, kalau musim durian, pasti banyak di TPS. Beda dengan cempedak (tiwadak), kulitnya bisa dimanfaatkan menjadi mandai. Padahal, jika kulit durian itu dimasukkan ke dalam karung, dapat dimanfaatkan untuk menimbun lahan perkarangan ya seperti kulit kelapa yang sekarang bernilai ekonomis,” pungkas Jack, sapaan akrabnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.