Jembatan Sei Alalak Dibuka, DPRD Banjarmasin Minta PJU Kayutangi Segera Dibenahi

0

DESAKAN warga Kalimantan Selatan khususnya terdampak proyek Jembatan Sei Alalak, didengar Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perintah pun datang dari Jakarta agar segera membuka jembatan yang telah dibangun menelan dana Rp 276 miliar bagi publik.

TEPAT pada Minggu (26/9/2021) pukul 15. 30 Wita, Jembatan Sei Alalak yang belum diresmikan pun dibuka sementara. Ratusan pengendara motor dan mobil dari arah Jalan Trans Kalimantan (Handil Bakti) dan Jalan Brigjen H Hasan Basry (Kayutangi, Banjarmasin), beramai-ramai mencoba jembatan yang digarap empat tahun.

Ada larangan dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan Syauqi Kamal agar para pengguna atau warga berhenti hanya sekadar swafoto (selfi). Ini karena, jamaknya, warga ketika ada ‘barang baru’ selalu hobi memposting di akun medsosnya.

Termasuk, larangan terhadap truk dump atau bertonase besar melintas di atas jembatan. Nah, ketika nanti diresmikan, Jembatan Sei Alalak akan ditutup untuk keperluan seremonial.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Sukhrowardi menyambut baik adanya perintah dari Presiden Jokowi untuk membuka Jembatan Sei Alalak. Ini karena, sudah terlalu lama warga baik Banjarmasin maupun Batola terdampak dari proyek jembatan itu.

BACA : Perintah Presiden Jokowi, Jembatan Alalak 1 Dibuka, Ratusan Roda Dua dan Empat Hilir Mudik

“Dampak itu bisa dirasakan bukan hanya kemacetan, juga rusaknya ruas Jalan Cemara Ujung-Jalan Tembus Perumnas. Untungnya, jalan alternatif ini segera diaspal pihak pemerintah kota. Ini belum lagi, dampak secara ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ucap Sukhrowardi kepada jejakrekam.com, Minggu (26/9/2021).

Anggota Komisi III DPRD Banjaramsin, Sukhrowardi

Sukhrowardi mengakui polemik touring moge hingga viralnya video ‘ading Basit’ belakangan ini, membuat mata publik Banua mengarah ke Jembatan Sei Alalak. Bahkan, beberapa anggota DPD RI dan DPR RI seperti Habib Abdurrahman Bahasyim dan Ketua DPRD Kalsel H Supian HM berkirim surat ke pemerintah pusat. Hingga, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel HM Rosehan NB tergolong aktif menyorot masalah itu.

BACA JUGA : Ketua DPRD Kalsel Minta Jembatan Alalak Segera Dibuka

Bagi Sukhrowardi, hal ini membuktikan soal kepentingan publik, warga dan wakil rakyat memang harus bersatu menyuarakannya.

“Begitu gencarnya meme hingga parodi ading Basit telah menasional turut mempengaruhi keputusan pusat. Ini membuktikan jika warga memang mendesak agar segera membuka Jembatan Sei Alalak ini. Memang, kita akui soal kewenangan karena proyek ini bersumber dari APBN, makanya kami di DPRD Banjarmasin sebelumnya memperjuangkan perbaikan jalan alternatif seperti Jalan Cemara Ujung-Jalan Tembus Perumnas yang jadi kewenangan kota,” ucap politisi Golkar.

Untuk itu, Sukhro pun mengajak agar ketika ada masalah rakyat, sepatutnya seluruh wakil rakyat baik daerah dan pusat saling bersinergi, demi kemajuan pembangunan Banua.

BACA JUGA : Banjarmasin dan Batola Teken MoU

Tentu saja, Sukhro pun meminta agar fasilitas pelengkap Jembatan Sei Alalak seperti lampu penerangan jalan umum (PJU) bisa segera dipasang pihak Pemkot Banjarmasin. Sebab, saat pembangunan jembatan itu, beberapa tiang PJU juga turut dipindah, sehingga kawasan itu sempat gelap.

“Termasuk, pembenahan saluran drainase di kawasan itu, karena dari pengamatan saat hujan datang, turut terendam di seputar jembatan. Bagaimana pun, Jembatan Sei Alalak merupakan poros nasional yang menghubungkan Kalsel dan Kalteng. Inilah penting jika kawasan itu harus masuk skala prioritas ke depan, karena wajah Banjarmasin akan tergambar dimulai dari arah Jembatan Sei Alalak,” pungkas Sukhro.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.