Kediaman Bupati HSU Wahid Turut Digeledah, KPK Bawa Beberapa Koper Barbuk

0

TIM penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara maraton mengumpulkan barang bukti (barbuk) di berbagai tempat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terkait kasus suap dua proyek irigasi yang ditangani.

SEJAK Sabtu (18/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021), tim penyidik komisi antirasuah ini sudah ‘mengobok-obok’ berbagai tempat di Amuntai.

Dari ruang kerja tersangka kasus komitmen fee dua proyek rehabilitasi bernilai Rp 1,9 miliar dan Rp 1,5 miliar yakni Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten HSU, Maliki.

Hingga, kediaman dua tersangka sebagai penyuap, Direktur CV Hanamas Marhaini di kawasan dekat Stadion Olahraga Karias, Desa Karias dan Direktur CV Kalpataru Fachriadi di samping Kantor Gapensi HSU, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah.

Hingga rumah dinas dan ruang kerja Bupati HSU H Abdul Wahid, tak luput dari penggeledahan selama empat hari tersebut. Penggeledahan ini juga ditandai dengan pemasangan garis merah putih, tanda ruang itu disegel KPK. Seperti terlihat di ruangan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRP Kabupaten HSU.

BACA : Geledah Kediaman Dua Tersangka OTT, KPK Sita Buku Tabungan dan Akta Perusahaan

Kemudian, penyegelan juga dilakukan KPK di ruang kerja Bupati Abdul Wahid berada di lantai 2 di Kantor Pemkab HSU, Jalan Basuki Rahmat, Amuntai. Termasuk, KPK juga menggeledah rumah Plt Kepala Dinas PUPRP H Maliki di Kelurahan Sungai Malang, Amuntai.

Wakil Bupati HSU Husairi Abdi tampak mendampingi tim KPK saat penggeledahan ruang kerja Bupati HSU di Amuntai.

Dari hasil penggeledah guna mencari barang bukti tambahan guna merangkai kasus itu agar terang bendera dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (15/9/2021). Begitu usai menggeledah ruang kerja Bupati HSU Abdul Wahid, tampak tim penyidik KPK membawa beberapa koper untuk meninggalkan Amuntai guna dibawa ke Gedung Merah Putih di Jakarta.

Ternyata, KPK juga mendatangi Puskesmas Alabio. Dikarenakan, ada saksi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di Puskesmas Alabio, tim penyidik menunda untuk memboyong salah satu saksi yang sempat diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.

BACA JUGA : KPK Sita Uang dan Barbuk di Ruang Kerja Plt Kepala Dinas PU dan Rumdin Bupati HSU

Rupanya, KPK juga menyasar rumah pribadi Bupati HSU H Abdul Wahid di Desa Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan. Tak hanya di ruang kerja dan rumah dinas jabatan.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan mengabarkan usai melakukan penggeledahan di berbagai tempat, termasuk menyita beberapa barang bukti, tim KPK sudah meninggalkan Amuntai.

“Tim KPK sudah meninggalkan Kabupaten HSU, untuk balik ke Jakarta,” ujar Afri Darmawan kepada awak media, Selasa (21/9/2021)

Ia menyebut tim penyidik KPK dikawal personel Sabhara Polres HSU hingga menuju Banjarmasin. Kapolres HSU menyebut untuk sementara waktu, upaya penggeledahan yang dilakukan KPK di Amuntai telah selesai.

“Dengan begitu, tugas pengamanan dari personel Sabhara Polres HSU juga selesai,” ucap perwira menengah Polda Kalsel ini.(jejakrekam)

Penulis Muhammad
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.