Meniti Karier dari Bawah, Pengusaha Properti Banua Donny Witono Tutup Usia

0

KABAR duka datang dari Jakarta. Pengusaha properti dan kontraktor kawakan Banua, Donny Witono (Oei Ming Jhiu) meninggal dunia pada usia 62 tahun, Rabu (15/9/2021) pagi. Jenazah pun kini disemayamkan di Grand Heaven Pluit Room 812, Jakarta.

RENCANANYA, bos Menara Agung Pusaka ini akan dikebumikan pada Jumat (17/9/2021) di pemakamam Sandiego Hills Jakarta. Kabar duka ini disampaikan adik almarhum, Oei Ming Eng dan Oei Ming Jong yang diposting Jerry Nata dalam akun facebook pada Rabu (15/9/2021).

Usai menjalani hukuman karena terjerat kasus suap  Rp 3,6 miliar kepada Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) dalam pembangunan RSUD Damanhuri Barabai, Abdul Latif, sosok pengusaha Banua ini jadi sorotan.

Vonis dua tahun penjara pun dijalani Donny Witono oleh PN Tipikor Jakarta pada 24 Mei 2018, hingga dinyatakan bebas, usai membayar denda Rp 50 juta.

Kuasa hukum Donny Witono, Adwin Tista mengakui kliennya memang sempat sakit-sakitan usai keluar dari penjara. Meski sempat bolak-balik Banjarmasin-Jakarta, serta sempat bermukim di Surabaya.

“Namun, usai kena Covid-19, kemudian sembuh, almarhum sering sakit-sakitan. Kami juga baru mendengar kabar meninggalnya Pak Donny dari pihak keluarga,” ucap Adwin Tista kepada jejakrekam.com, Rabu (15/9/2021).

BACA : Dilego Rp 35 Miliar Belum Laku, Kini Bangunan Plaza Metro City Dihuni Para ‘Hantu’

Terlepas dari jejak hitam putih, pengacara senior mengakui sosok Donny Witono merupakan pengusaha tangguh Banua di bawah bendera PT Menara Agugn Pusaka. Banyak perumahan elit, bangunan pasar serta lainnya telah dibangun almarhum.

“Pak Donny itu memulai karier dalam bawah. Baru kemudian melebarkan sayap sebagai kontraktor. Dalam pengelolaan perusahaan, terkenal dengan sistem pendanaan biaya sendiri dalam membiayai proyek kemudian baru dibayar kemudian oleh pemerintah dalam beberapa termin,” urai Adwin Tista.

Dosen Fakultas Hukum Uniska MAB mengungkap banyak inovasi dan kreasi bangunan yang telah dihasilkan dari pemikiran seorang Donny Witono. Meski banyak prestasi dihasilkan, tak selalu mulus.

“Sebab, Pak Donny selama hidupnya memang tak jarang menghadapi kasus hukum, baik sebagai penggugat ataupun tergugat, bahkan dijadikan sebagai tersangka atau terdakwa. Namun, inovasi-inovasi dan terobosan Pak Donny dalam membangun Banua sangat banyak dan layak diacungi jempol,” beber Adwin.

Menurut dia, di tengah krisis moneter dan masa pandemi Covid-19, lewat perusahaan yang dibangun dari bawah membuat terobosan bisnis bagi pembangunan Banua.

“Selamat jalan Ir Donny Witono, meski beliau telah tiada namun hasil karya dan kerjanya masih tetap ada. Khususnya, bagi warga Banua,” imbuh Adwin.(jejakrekam)

Penulis Rahim/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.