Ada Banjar dan Melayu Corner, Rektor Sebut UIN Antasari Jadi Sungai Pengetahuan

0

BERTRANSFORMASI dari perguruan tinggi yang khusus mendalami disiplin ilmu keagamaan Islam, kini UIN Antasari Banjarmasin pun terus meneguhkan diri.

REKTOR UIN Antasari, Prof Dr Mujiburahman menegaskan lembaga yang dipimpinnya tak mengandalkan kajian keilmuan keislaman, tapi juga harus menonjol dan integrative dengan ilmu-ilmu modern.

Menguatkan basis lokal dan berwawasan global di kawasan Asia Tenggara pada 2024 menjadi misi yang ingin diwujudkan UIN Antasari.

“Metafora integrasi ilmu UIN Antasari itu merupakan sungai pengetahuan. Ada air yang turun dari langit dan juga mengalir di bumi. Ini sejalan dengan julukan Banjarmasin sebagai kota seribu sungai dan program normalisasi sungai yang tengah dicanangkan pemerintah kota,” ucap Mujiburrahman kepada jejakrekam.com, Jumat (10/9/2021).

BACA : Uji Kelayakan Calon Rektor UIN Antasari Ditentukan Komisi Seleksi

Sebagai bukti, kini di perpustakaan kampus di Jalan A Yani, telah berdiri Banjar Corner dan Melayu Corner. Wahana pengetahuan ini yang berisi koleksi buku lawas warisan dari ulama-ulama ternama Tanah Banjar seperti Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary, dan lainnya bisa menjadi rujukan.

“Makanya, ketika beragam persoalan kota, kami kehadiran UIN Antasari bisa menjadi kawah candradimuka untuk memberi solusi jitu,” ucap doktor humaniora lulusan Belanda dan Kanada ini.

Mujiburrahman pun mengapresiasi kehadiran Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, hingga terjadi dialog dalam menyelesaikan problema kota pada Rabu (8/9/2021).

BACA JUGA : Ditarget Rampung 2022, UIN Antasari Segera Miliki 10 Gedung Megah di Banjarbaru

Sebelumnya, Walikota Ibnu Sina bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto, mengajak kampus yang dulu bernama IAIN Antasari bisa berkolaborasi membangun kota demi misi Banjarmasin Baiman dan Lebih Bermartabat.

“Khasanah keilmuan yang ada di UIN Antasari ini bisa bersinergi dengan visi-misi Banjarmasin,” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Dan, kolaborasi itu rencananya akan diwujudkan dalam nota kesepakatan (MoU), utamanya untuk kerjasama aktivitas akademi baik  mahasiswa, tenaga kependidikan, serta sumber informasi dan pemerintah.(jejakrekam)

Penulis Rahm Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.