Husairi Abdi

Jalankan PTM, Bupati HSS Minta Guru Terlebih Dulu Datang ke Sekolah

0

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) yang cukup lama tak digelar di sekolah, dipantau Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry. Kebijakan untuk memberi izin PTM, akibat cukup lama sekolah hanya menerapkan pembelajaran secara daring atau online.

BUPATI H Achmad Fikry memantau ke sekolah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS Hj Siti Erma dan Kepala Dinas Kesehatan HSS dr Hj Siti Zainab, Senin (12/7/2021).

Pemantauan ini dilakukan orang nomor satu di Pemkab HSS agar proses belajar mengajar di kelas tetap terlaksana dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang cukup ketat di sekolah. Ini dilakukan Pemkab HSS demi menekan laju angka penularan virus Corona di lingkungan sekolah.

Hari Senin (12/7/2021) merupakan awal tahun ajaran baru 2021-2022, sehingga proses PTM dipilih di beberapa sekolah yang telah direkomendasi Satgas Covid-19 HSS. Utamanya, untuk siswa SD dan SMP yang berada di zona hijau atau kuning.

BACA : Belum Kantongi Rekomendasi Satgas Covid-19, PTM SMA Sederajat di Kalsel Terpaksa Ditunda

“Saya melihat pembelajaran tatap muka secara umum sudah siap. Tinggal yang masih diperbaiki adlah persiapan guru. Sebab, guru harus lebih siap daripada murid,” ucap Bupati H Achmad Fikry.

Berdasar petunjuk teknis PTM, Fikry menyebut maka guru harus sudah tiba di sekolah sebelum para siswa. Jadi, menurut dia, guru sudah menunggu para murid di gerbang sekolah dengan memantau apakah para siswa sudah mengenakan masker atau tidak. “Dari sini, saya amati masih ada yang perlu disempurnakan,” kata Fikry.

BACA JUGA : Jawab Kegelisahan Orangtua Siswa, Kemenag HSS Gelar PTM pada 12 Juli Nanti

Ia menginstruksikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSS bersama pengawas sekolah rajin turun untuk memastikan prokes tetap dijalankan dengan baik dan benar. Dia mencontohkan di Kecamatan Kelumpang, hampir seluruh siswa turun. Kemudian di Kecamatan Simpur, diberlakukan sistem belajar mengajar secvara bergiliran, karena jumlah ruang kelas yang terbatas.

“Saya ingatkan agar guru harus datang duluan ke sekolah dan sudah standby di gerbang sekolah. Nah, kalau ada siswa tidak memakai masker, harus dikasih masker,” katanya.(jejakrekam)

Penulis Iwan Sanusi
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.