Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Banjarmasin Berencana Dirikan Tenda hingga Tetapkan RS Darurat

0

KASUS Covid-19 di Kota Banjarmasin belakangan ini terus melesat. Berdasarkan data dinas kesehatan setempat, selama sepekan terakhir tambahan kasus baru penderita Corona mencapai 93 pasien.

LONJAKAN ini membuat kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit penuh. Ambil contoh di RSUD Sultan Suriansyah dan sejumlah rumah sakit lain di Banjarmasin.

Untuk jaga-jaga, berbagai opsi telah disiapkan pemkot. Mulai menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit, menjadikan puskesmas wadah isolasi mandiri, hingga menetapkan rumah sakit darurat Covid-19.

Dari informasi yang dihimpun, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) milik Kementerian Sosial RI di Jalan Mulawarman rencananya disulap jadi rumah sakit darurat Covid-19.

BACA JUGA: Ruang Isolasi Penuh, Pasien Covid-19 Di RS Sultan Suriansyah Terpaksa Dirawat Di IGD

Selain itu, tenda darurat dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 40 buah di depan RSUD Sultan Suriansyah juga direncanakan bakal dibangun jika kasus makin parah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, membeberkan sederet rencana tersebut sesuai hasil rapat koordinasi kontijensi kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang digelar seluruh SKPD di Banjarmasin, Kamis (8/7) lalu.

Menurutnya, rencana puskesmas dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 tersebut merupakan opsi terakhir, jika kasus corona di Banjarmasin terus melonjak.

“Jika terjadi ledakan kasus yang terburuk, maka puskesmas yang biasanya hanya melayani rawat jalan saja akan dijadikan sebagai puskesmas rawat inap,” ujarnya.

BACA JUGA: Bawa Batanang Dahulu, Covid-19 Harat: Sebuah Pesan Protokol Kesehatan Dengan Kearifan Lokal

Disamping itu, Jubir Satgas Covid-19 Banjarmasin ini bilang bahwa pemkot sudah meminta sejumlah pihak untuk memperketat pintu masuk. Baik jalur darat, laut maupun udara.

Bagi warga yang akan masuk ke Kalsel, khususnya Kota Banjarmasin untuk memperlihatkan hasil tes Swab PCR negatif Covid-19.

“Terkait hal itu kita sudah melakukan koordinasi dengan KKP Polresta dan KSOP. Jadi syarat itu berlaku dan disetujui oleh mereka. Termasuk ABK yang bersandar. Mereka wajib menunjukkan hasil PCR negatif,” pungkasnya. (jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.