Nikmati Bika Ambon, Tiga Anggota DPRD Banjarmasin Promosikan Produk Panganan Lokal

0

GERAKAN untuk membeli produk wira usaha baru (WUB) berbasis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kembali digelorakan para wakil rakyat DPRD Banjarmasin.

DALAM reses atau penyerapan aspirasi di Aula Kecamatan Banjarmasin Utara, Jalan HKSN, Alalak Utara, Sabtu (3/7/2021). Adalah tiga anggota DPRD Banjarmasin asal dapil Banjarmasin Utara lintas fraksi, yakni Sukhrowardi dari Fraksi Golkar, Syarifah Sakinah (Fraksi PAN) dan Hari Kartono asal Fraksi Gerindra, mempromosikan produk panganan lokal untuk jadi menu pertemuan.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Banjarmasin, Sukhrowardi mengatakan untuk menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satu caranya adalah membeli produk lokal dari pelaku UMKM.

“Di Banjarmasin Utara, banyak pengrajin panganan atau pelaku UMKM yang sebenarnya butuh pendampingan dan pembinaan dalam mengembangkan usahanya,” ucap Sukhrowardi.

Ia mencontohkan kerupuk ikan haruan (gabuk) bisa bersaing dengan produk serupa asal Pulau Jawa. Apalagi, beber dia, kerupuk haruan terbukti renyah dan mengandung nilai gizi dengan albominnya, sehingga bukan hanya jadi makanan ringan, tapi juga menambah nutrisi.

BACA : Jaga Eksistensi UMKM di Tengah Pandemi, Sukhrowardi Gelorakan Gerakan Beli Produk Lokal

“Ada lagi, kain khas Kalsel seperti sasirangan yang tak hanya dibikin baju, di tengah pandemi ini juga didesain jadi masker. Terakhir, tentu kue bika Ambon, walau bukan asli dari Kalsel, tapi kue ini terbukti digemari masyarakat,” ucap Sukhrowardi.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Banjarmasin, Sukhrowardi saat reses di Banjarmasin Utara.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin ini menyebut kue bika Ambon dibuat warga Jalan Tanjung Nomor 16 RT 31 Kayutangi, Banjarmasin Utara dengan brand merk Tania.

Tak mengherankan, ketika tiga anggota DPRD Banjarmasin ini membagikan kue itu, disambut meriah konstituennya, khususnya dari warga Alalak Tengah. Bagi Sukhrowardi, dengan membeli produk lokal, maka perputaran uang bisa terjadi di Banjarmasin.

“Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit ini, pengembangan UMKM harus menjadi fokus pemerintah kota ke depan. Terbukti, keberadaan mereka sangat membantu perekonomian keluarga serta lebih tahan menghadapi krisis, dibanding usaha berskala besar,” kata Sukhrowardi.

BACA JUGA : Pemprov Kalsel dan BI serta ULM Bersinergi Besarkan UMKM

Senada itu, Syarifah Sakinah pun juga mengajak konstituennya untuk membeli produk UMKM lokal, Sebab, menurut dia, dengan membeli produk lokal, maka bisa menjamin keberlangsungan usaha yang bisa menyerap tenaga kerja dan perputaran uang di ibukota Kalsel.

Hari Kartono pun berkomentar, banyak produk olahan khususnya kuliner dan panganan ringan di Banjarmasin tak kalah lezat dibanding produk dari luar.

“Jadi, istilah kami, dengan membeli produk UMKM lokal, maka kita bisa menjalankan slogan dari kita untuk warga kita,” kata Hari Kartono.(jejakrekam)

Penulis Rahm Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.