40 Peserta Baca Puisi Bahasa Banjar, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Berhadiah Jutaan Rupiah

0

TIGA lomba dalam program Ragam Pesona Budaya Banjar 2021 dihelat Taman Budaya Kalimantan Selatan. Lomba itu adalah baca puisi bahasa Banjar, Musik Panting dan Tari Anak tingkat SD/sederajat.

KEPALA Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, mengungkapkan tujuan dari tema kegiatan Ragam Pesona Budaya Banjar adalah agar supaya masyarakat Banjar dan masyarakat luas se-nusantara dapat mengetahui. Termasuk, menambah wawasan dan sebagai apresiasi adanya berbagai macam kesenian budaya daerah Banjar.

“Dengan berbagai cabang seninya, baik kesenian tradisional maupun seni yang kekinian tetap dengan landasan lokal daerah melalui pergelaran seni. Pameran seni maupun pada diskusi seninya dan sedangkan, tujuan lomba-lomba seni dalam rangkaian kegiatan Ragam Pesona Budaya Banjar, kita mengajak seniman daerah dengan memberi rangsangan untuk selalu berkarya dalam bersenian maupun beraktivitas dalam melestarikan seni budaya daerah yang sudah ada sejak adat-istiadat budaya lahir,” papar Suharyanti kepada jejakrekam.com, Kamis (10/6/2021).

Menurut dia, seniman bisa dapat menikmati dan mencintai seni budaya daerah dengan mempromosikan melalui pergelaran virtual yang disebarkan lewat media sosial (medsos). Ia berharap, Taman Budaya Kalimantan Selatan dengan program kegiatan yang sudah direncanakan dan dijadwalkan selama 1 tahun agar sekiranya masyarakat akan bisa merasakan keberadaan taman budaya yang bermanfaat kepada seniman se-Kalimantan Selatan.

BACA : Gelar Malam Puisi Ramadhan, 10 Penyair Kalsel Tampil Live di Taman Budaya

“Tentunya, dalam menampilkan karya-karya seninya dan masyarakat penikmat seni bisa juga merasa terhibur. Dalam hal ini, karya-karya seninya diciptakan dengan bentuk kekinian tanpa meninggalkan khas kedaerahan,” tutur alumnus ISI Yogjakarta itu.

Sementara itu, Koordinator lomba Muhammad Mahfuz Sya’bani, menyebut kegiatan ini dalam rangka program Ragam Pesona Budaya Banjar tahun 2021, yang didanai melalui dana alokasi khusus dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, baik lomba baca puisi bahasa Banjar, musik panting dan tari anak tingkat SD, yang merupakan kegiatan tahun ke-3 ini.

“Tujuannya yang utama sebagai pelestarian dan pengembangan kesenian dan kebudayaan Banjar tentunya. Selama masa pandemi Covid-19 ini agar para pelaku seni dan peserta didik di sekolah masih bisa menyalurkan kreativitasnya di bidang seni dan budaya melalui lomba-lomba yang dilaksanakan secara daring (virtual) ini,” ujar Sya’bani.

Masih menurut dia, kegiatan daring ini diselenggarakan dengan teknis persyaratan yang mana peserta mendaftar dan mengupload video karya melalui link yang sudah disediakan panitia, dan nantinya video-video karya akan tayang di Youtube Channel Taman Budaya Kalsel tersebut.

“Sebelum pengumuman pemenang pada tanggal 30 Juni 2021, maka mengingatkan bahwa batas akhir upload video peserta semua lomba pada tanggal 25 Juni ini,” ungkap Sya’bani.

BACA JUGA : Ratik Wara dan Cinta Tahalang Jujuran, Taman Budaya Kalsel Hadirkan Tommy Kaganangan

Berdasar jumlah rekapitulasi pendaftar sementara, peserta lomba puisi bahasa Banjar (40 orang), tari anak (20 sekolah) dan musik panting belum terdata dari komunitas atau kelompok grub dari kalangan mahasiswa maupun umum.

Adapun, lomba baca puiso bahasa Banjar ini bertemakan: Budaya Banua, dan lomba tari anak bertemakan: Permainan Tradisional Cinta Lingkungan.

Sementara, lomba musik panting dengan kriteria lagu wajib dari ciptaan AW. Sarbaini, dan lagu pilihan lainnya, berjudul Sultan Suriansyah dan Paris Barantai karya H Anang Ardiansyah, Danding karya Sultan Al Ayubi, Guna-guna Nikitak dan Taingat Kasih karya AW Syarbaini, Parimata karya H Bakhtiar Sanderta, Dandaman Banua karya Syarifuddin MS dan Karindangan karya Yurniparni.

Dan rata-rata lomba, berhadiahkan uang senilai sebesar Rp 10 untuk juara I, Rp 8 juta bagi juara II, Rp 6 juta dihadiahi bagi juara III. Sedangkan, juara harapan I diberi Rp 5 juta dan harapan II dikasih Rp 4 juta.

BACA JUGA : Jenggala Poet, Bilik Bersenyawa Ajak Kolaborasi 7 Komunitas Rayakan Hari Puisi Dunia

Sya’bani berharap, semoga kegiatan ini akan terus berlangsung dan akan menciptakan materi-materi lomba dari seni tradisional Kalimantan Selatan lainnya.

Ia menginginkan ada hal yang baru dalam dunia seni budaya di Banua, dan karena masih banyak dari beberapa cabang seni tradisional yang belum dijadikan event lomba dalam kegiatan tersebut.

“Tentunya UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan akan terus selalu memberikan inovasi-inovasi dalam pelaksanaan program-program Taman Budaya setiap tahunnya, semoga nantinya pelaksanaan lomba dapat kembali normal dalam even-even pertunjukan seni atau lomba-lomba seni agar dapat diselenggarakan secara langsung atau tatap muka,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Rahm Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.