Aliansi Pedagang Kukuh Menolak Revitalisasi Pasar Ujung Murung-Sudimampir Baru

0

RENCANA revitalisasi Pasar Ujung Murung-Sudimampir Baru hingga kini belum keluar dari jalan buntu. Sejumlah orang yang menamai Aliansi Pegadang Pasar Sudimampir Baru kukuh menolak upaya peremajaan.

BAHKAN, alih-alih mendapat titik temu untuk melakukan revitalisasi dua pasar besar di ibukota Kalsel, Pemkot justru harus menerima somasi dari aliansi pedagang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar membeberkan alasan penolakan mereka masih sama, yakni memegang Sertifikat Hak Guna Bangun (SHGB) hingga 2025 mendatang.

BACA: Tak Punya Masterplan, Proyek Revitalisasi Pasar Sudimampir-Ujung Murung Dikritik

“Pernyataan sikap menolak sebelum berakhirnya SHGB tahun 2025. Itu disampaikan secara resmi dalam bentuk surat saat rapat bersama walikota,” ucapnya, Selasa (8/6/2021).

Padahal, menurutnya, tak semua pedagang di Pasar Sudimampir Baru mengantongi SHGB sampai 2025. Ada beberapa pedagang yang SHGB-nya sudah berakhir lantaran tak diperpanjang.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan kembali melakukan pendataan terkait sertifikat penggunaan kios tersebut. Baik yang masih berlaku karena perpanjangan maupun yang sudah mati atau tidak aktif.

Di samping itu, Tezar menilai peliknya upaya revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru ini lantaran status kepemilikan tanah di tempat itu ‘banyak tangan’.

BACA JUGA: Status Tanah di Blok Ujung Murung Belum Jelas, Rencana Revitalisasi Pasar Bakal Tersendat

“Ada yang SHM, SHGB dan milik Pemko. Jadi hal inilah yang jadi pemicu sulitnya penyelesaian rencana revitalisasi dua pasar tersebut, makanya belum ada titik temu,” bebernya.

Lantas, sampai kapan kondisi ini terus berlanjut? Pasalnya, polemik revitalisasi dua pasar ini sudah terjadi sejak tahun 2019. Terkait hal itu, Tezar mengaku bahwa pihaknya tidak bisa memiliki target kapan permasalahan ini akan selesai.

“Secepatnya harus selesai, walaupun tidak ada target kapan. Yang jelas ketika para pedagang setuju, maka langsung kita proses untuk revitalisasi,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.