Tangkap Peluang, Pawarungan DBK pun Jual Cinderamata Ekowisata Jembatan Bromo

0

MENANGKAP peluang dengan hadirnya kawasan ekowisata Jembatan Bromo di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan, dilakoni Alimun Hakim. Pemilik Pawarungan Datoe Badock Kalimantan (DBK) pun melirik bisnis cindermata.

WARUNG makan yang awalnya berada di kawasan Jalan Sutoyo S, Teluk Dalam, Banjarmasin pun dipindah ke Jalan Tembus Mantuil atau Mantuil Permai, Desa Kuin Kacil yang tak jauh dari lokasi Jembatan Bromo.

Saat ini, Jembatan Bromo tengah menjadi tren untuk dikunjungi warga Banjarmasin. Bahkan, pengunjung tak hanya dari ibukota Kalimantan Selatan, ada beberapa juga berasal dari kota lainnya.

“Awalnya, saya hanya menyiapkan warung makan yang dibuka pagi hingga malam hari. Ternyata, animo masyarakat untuk mengunjungi Jembatan Bromo makin tinggi usai selesai dibangun pada awal tahun lalu,” ucap Alimun Hakim kepada jejakrekam.com, Minggu (6/6/2021).

Ia mengungkapkan tiap akhir pekan, sejak hari Jumat, Sabtu hingga terbanyak pada hari Minggu, angka wisatawan ke Jembatan Bromo memang sangat tinggi. Ini terlihat dari tingginya lalu lintas mobil dan sepeda motor yang melintas di kawasan Tembus Mantuil.

BACA : Lestarikan Budaya Mawarung, Tawarkan Menu Tradisional Khas Banjar

“Peluang kawasan ekowisata ini mengapa tidak saya manfaatka untuk menyediakan cinderamata, ya seperti mug, gantungan kunci dan baju kaos bertemakan Jembatan Bromo. Tidak menutup kemungkinan, jika kawasan ini dikelola dengan baik, wisata Sungai Mantuil dengan Jembatan Bromo bisa menjadi daya tarik baru di Banjarmasin,” ucap Alimun.

Ia pun berharap agar Pemkot Banjarmasin khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk terus gencar mempromosikan serta mempermak kawasan Jembatan Bromo agar menjelma destinasi wisata baru. Tak hanya mengandalkan kawasan Siring Tendean dan Pasar Terapung Banjarmasin.

“Bagaimana pun, jika sarana dan prasarana di kawasan ekowisata Jembatan Bromo ini ditata atau istilahnya didandani dengan baik, kemudian promosi gencar baik lewat media sosial maupun pemberitaaan, maka bisa jadi destinasi wisata baru yang menarik. Apalagi di kawasan Pulau Bromo juga mulai tumbuh warung-warung terapung atau di tepian sungai yang telah ditata apik,” papar Alimun.

BACA JUGA : Usai Peresmian, Jembatan Gantung Pulau Bromo Ramai-ramai Diserbu Pengunjung

Dengan terpilihnya kembali Ibnu Sina sebagai Walikota Banjarmasin di periode kedua, Alimun berpesan agar kawasan ekowisata Jembatan Bromo tak hanya bagus saat dibangun, tapi harus ada pemeliharaan atau pengelolaan yang baik. Termasuk, membangun kelompok masyarakat sadar wisata, sehingga pelibatan publik bisa lebih terarah.

“Terpenting adalah akses menuju ke Jembatan Bromo ini harus segera dibenahi. Memang, ruas jalan telah diperlebar, tapi tidak memadai jika nantinya kawasan ini terus berkembang. Ini perlu perhatian pemerintah kota,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.