Dari Coba-Coba, Kini Rahmani Bisa Kembangkan Kebun Bibit Stroberi di Mantuil

0

INGIN berkebun stroberi? Tak perlu lagi jauh-jauh membeli bibitnya ke Puncak Bogor, atau Lembang Jawa Barat. Ternyata, tanaman khas udara dingin bisa dikembangkan di Banjarmasin.

MEMANG banyak spesies stroberi yang konon bibitnya dibawa Belanda ke Indonesia di masa kolonial, namun kini di tengah suhu udara Banjarmasin yang panas, pohon stroberi bisa tumbuh subur. Catatannya, asalkan dengan merawat dengan telaten, serta tidak langsung terpapar sinar matahari. Makanya, untuk menanam bibit stroberi ini hanya butuh tempat tanam berupa bag atau pot tanam dengan tanah gembur.

Berkat telaten dan rajin, Rahmani (45 tahun), warga Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Mantuil Banjarmasin Selatan ini terbukti berhasil mengembangkan bibit stroberi di berada rumahnya yang sederhana di tepi jalan.

“Syaratnya, tanam untuk ditanam bibit stroberi itu harus gembur, jangan sampai mengeras. Kemudian, tiap pagi dan sore harus disiram, serta tidak boleh langsung kena panas matahari, daunnya cepat layu dan mati khususnya waktu siang hingga sore hari,” ucap Rahmani kepada jejakrekam.com, Minggu (6/6/2021).

BACA : Membanggakan, Bibit Jagung Katuju JH 37 Kalsel, Mampu Bersaing Dengan Benih Impor

Rahmani pun kini bisa menuai hasil. Bibit stroberi yang ia beli dari seorang pedagang di kawasan Jalan Achmad Yani Km 7, Kertak Hanyar, ternyata selama dua tahun ini terus berkembang. Dengan perawatan yang telaten serta memperhatikan nutrisi seperti pupuk tanaman, Rahmani mengaku sudah dua tahun mengembangkan tanaman ini bisa merasakan panen.

“Ya, selama dua tahun, saya pernah panen buah stroberi. Rasanya pun manis, tidak kalah dengan yang dijual dari Pulau Jawa,” kata petani.

Ia mengakui tanah untuk media tanam bibit stroberi itu diambil dari gundukan atau tukungan (bahasa Banjar) dari sawah yang berada di dekat rumahnya. Rahmani pun mengaku kini mendapat orderan dari berbagai kota, tak hanya dari Banjarmasin.

BACA JUGA : Tambah Populasi, 10 Ribu Bibit Ikan Kembali Ditebar di Paringin dan Lampihong

“Ada yang beli dari Palangka Raya, Kuala Kapuas, Banjarbaru dan lainnya. Terpenting, merawat bibit stroberi ini harus telaten, karena jenis tanaman ini memang sangat bagus di cuaca sejuk, tidak seperti Banjarmasin yang panas,” tutur Rahmani.

Dengan membanderol harga per bag ukuran besar Rp 20 ribu dan Rp 15 ribu untuk lebih kecil atau berdaun tidak lebat, Rahmani pun bisa menghidupi keluarganya di samping bertani.

“Alhamdulillah, dari coba-coba ternyata bisa membuahkan hasil. Ya, kalau omzet penjualan memang belum terlalu tinggi, karena belum banyak yang tahu jika bibit stroberi ini bisa dikembangkan di Banjarmasin yang suhu udarannya panas,” kata Rahmani.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.