LPG 3 Kg Rp50 Ribu perTabung, Warga ‘Menjerit’ Minta Pangkalan Nakal Ditertibkan

0

HARGA LPG 3 Kg di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara tembus angka Rp50 ribu pertabung. Tak ayal membuat warga ‘menjerit’. Padahal LPG 3 Kg diperuntukan bagi warga miskin.

ROMLAH Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kota Muara Teweh mengakui, sulit  mendapatkan LPG 3 Kg sudah hampir sebulan ini. “Pangkalan yang biasa menjual LPG 3 Kg juga sering kosong,” ujar wanita paroh baya ini Minggu (30/5/2021).

Sebab itu, Ia berharap upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat. “Ya, warga selain kesulitan ekonomi juga bahan keperluan sehari-hari seperti LPG 3 Kg juga sulit,” tambahnya.

BACA: LPG 3 Kilogram Mahal dan Langka, Plh Bupati Tanbu Gelar Sidak hingga Pangkalan

Apalagi, sambungnya, keberadaan LPG 3 Kg juga tidak sesuai dengan harga dipasaran yang terkadang dibeli di warung/kios mencapai  Rp 50 ribu pertabung.

“Pangkalan yang nakal pun masih belum ada sanksi bagi mereka. Harusnya mereka yang menjual diatas harga eceran tertinggi (HET) diberi sanksi tegas,” pinta Romlah yang memastikan jika warga menjerit sekalipun akan percuma.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah menginstruksikan Instansi terkait segera membentuk tim satuan tugas pengawasan, penindakan dan penertiban Gas LPG dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kita sudah mengkaji kenaikan dan melonjaknya LPG 3 Kg bersubsidi di Barito Utara,” ucap  Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Hajran Noor melalui Kabid Perdagangan, Juni Rantetampang.

Juni memastikan, Satgas Migas sudah dibentuk, maka pangkalan nakal akan ditertibkan dan diberi efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. (jejakrekam)

Penulis Syarbani

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.