Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19, Kasus Sembuh Masih Di Bawah Angka Nasional

0

PENJABAT Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kalimantan Selatan, Senin (19/04/2021).

DIDAMPINGI Penjabat Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Kepala BPBD Kalsel Mujiyat dan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim. Rapat juga digelar secara virtual dan diikuti para Forkopimda.

Mengawali rakor, Pj Gubernur memaparkan perkembangan kasus Covid-19 di Kalsel. Mulai peningkatan kasus baru, angka pasien sembuh, meninggal dunia, hingga tingkat hunian pasien karantina di rumah sakit atau tempat khusus.

Dari data yang disebutkan, masih terjadi peningkatan kasus Covid-19 di 13 kabupaten/kota se Kalsel. Tertinggi di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Kasus sembuh 88,60 persen, di bawah angka nasional 90.7 persen, kasus meninggal 2,8 persen masih di atas angka nasional 2,7 persen.

Safrizal beranggapan, masih tingginya kasus di Kalsel karena tingginya testing, dan faktor lain. Kesadaran masyarakat yang berkurang atau kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, ditambah mobilitas masyarakat.

Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah setuju dengan pernyataan itu. Hal itu ujarnya diindikasi dari masyarakat yang mulai bosan dan sebagian lagi pasrah dengan keadaan.

Kondisi ini ujar Firmansyah perlu disikapi dengan penyampaian informasi yang benar. “Dari pantauan kita, tempat ibadah ada yang masih menerapkan protokol kesehatan, tapi ada juga yang sudah mengabaikannya,” ungkapnya.

Salah satu tim pakar, Shaduqi mengatakan, momentum Ramadhan ini bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan lagi pentingnya protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah dengan melibatkan orang terdekat seperti iman masjid setempat atau penceramahnya.

Sosialisasi vaksinasi juga perlu disampaikan, sehingga masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan. “Masyarakat yang sudah vaksin perlu diberitahu bahwa mereka tidak sepenuhnya aman dari penularan Covid-19,” jelas psikolog ini.

Beberapa tim pakar lain juga menyampaikan tanggapan mereka seputar penanganan Covid-19 kedepan di Kalsel agar lebih efektif.

Selain itu, mereka juga mengingatkan potensi penularan di masa bulan puasa dan lebaran nanti, hingga perlu langkah-langkah antisipasi.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.