Cegah Minimnya Partisipasi Pemilih, Pemkot Banjarmasin Diminta Buat Kebijakan Hari Libur PSU

0

AKADEMISI Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ichsan Anwary, mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin menetapkan hari libur untuk pemungutan suara ulang (PSU). PSU Pilwali Banjarmasin sendiri rencananya bakal dihelat pada Rabu, 28 April 2021 mendatang.

MENURUT Ichsan, hari libur penting untuk menghindari minimnya angka partisipasi pemilih. Jika tak ditetapkan, ia khawatir banyak alasan datang dari warga untuk datang ke TPS.

“Apabila tidak dilakukan pada hari yang ditetapkan untuk diliburkan, banyak alasan warga pemilih untuk tidak datang ke TPS-TPS. Khususnya bagi masyarakat pemilih yang bekerja, atau pemilih pemula mahasiswa yang harus mengikuti kegiatan kuliahnya secara daring/online dan enggan untuk datang ke TPS,” ucap Ichsan.

BACA JUGA: Partisipasi Pemilih PSU Diprediksi Menurun, KPU Hanya Bisa Berharap

Senada Ichsan, Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, juga mengharapkan agar pemkot mengeluarkan hari kebijakan hari libur. “Harapan kami tidak hanya libur di tiga Kelurahan yang digelar PSU saja, tapi semua di Banjarmasin. Ini upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada PSU nanti,” ucap Harry Wijaya.

Dijelaskan Harry, Pemerintah bisa saja mengeluarkan payung hukum seperti halnya Keputusan Presiden pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020 lalu, yang tujuannya agar masyarakat diberikan kemudahan menggunakan hak pilihnya pada PSU baik di Banjarmasin maupun Kalsel.

“Baik PNS, Swasta, Mahasiswa, semua punya waktu memberikan hak suaranya. Apalagi ini bulan Ramadhan, pemerintah perlu menetapkan sebagai hari libur untuk memberikan kemudahan bagi warga yang bekerja atau beraktifitas bisa datang ke TPS,” katanya.

BACA JUGA: Tak Ada Anggaran, Ketua RT Kesulitan Sosialisasikan PSU

Anggota DPRD Banjarmasin Afrizaldi juga meminta agar Pemkot Banjarmasin memberikan kesempatan kepada warga memberikan hak suaranya pada PSU 28 April nanti.

Bagi dia, PSU merupakan hal yang tidak terpisahkan dengan Pilkada 9 Desember 2020, sehingga sudah sepatutny Pemerintah menetapkan waktu pelaksanaan PSU sebagai hari libur di Banjarmasin.

“Salah satu upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemerintah harus menetapkan PSU sebagai hari libur di Banjarmasin. Tidak hanya bagi tiga Kelurahan yang menggelar PSU saja. Tapi semua warga di Banjarmasin atau Kalsel saat PSU nanti,” tutupnya.

BACA JUGA: Jelang PSU Pilwali Banjarmasin, Kontestan Diwanti-wanti Tidak Berkampanye

Adapun, Pemkot Banjarmasin hingga saat ini belum bisa memastikan apakah 28 April 2021 nanti ditetapkan sebagai Hari Libur, sebagai upaya mendongkrak partisipasi pemilih ditiga Kelurahan yang pada Pilwali 9 Desember lalu saja dibawah 50 persen.

“Masih digodok oleh Badan Kepegawian dan Setdakot Banjarmasin. Memang ada beberapa masukan. Mudahan nanti hasil terbaik dan paling bijak untuk warga Banjarmasin,” ucap Pejabat (Pj) Walikota Banjarmasin,
Akhmad Fydayeen.

Dayeen sapaan akrabnya, berharap, PSU nanti partisipasi pemilih bisa maksimal, dan masyarakat ditiga Kelurahan yakni Mantuil, Murung Raya, dan Basirih Selatan dimudahkan dalam menyalurkan hak pilihnya.

“Kita semua berharap hasil terbaik untuk masyarakat,” bebernya.

Sebelumnya Plt Setdakot Banjarmasin Mukhyar mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih belum bisa memastikan apakah 28 April nanti menjadi hari libur di Banjarmasin.

“Sementara sifatnya kumulatif. Bagi PNS yang memiliki hak pilih ditiga Kelurahan PSU, kami persilahkan libur. Untuk karyawan swasta sifatnya himbauan,” terang Mukhyar. (jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.