Husairi Abdi

Jembatan Sei Alalak Lama Masih Kuat, Dosen Uniska : Masya Dibuka untuk Pejabat Saja!

0

ALASAN keselamatan pekerja proyek penggantian Jembatan Sei Alalak menjadi dalih Balai Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Kalimantan, selama ini menutup akses Jembatan Alalak lama, usai ditutup sejak awal 2019 lalu.

DAMPAKNYA memang cukup rasa, dengan macetnya kawasan Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi hingga Jalan Cemara Ujung hingga ke Handil Bakti, Barito Kuala. Terlebih lagi, kerusakan jalan akibat terjangan banjir di Jalan Gubernur Syarkawi, turut memperparah kondisi.

Menariknya, saat pantauan jejakrekam.com di lapangan, Jumat (19/3/2021), tampak sejumlah pekerja proyek garapan PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Pandji Bangun Persada itu, tampak mengelupas aspal yang ada di Jembatan Alalak lama. Proses pembongkaran ini sempat dipantau rombongan Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA.

“Memang, ada rencana pembukaan Jembatan Alalak lama untuk mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan perempatan Handil Bakti-Jalan Trans Kalimantan. Jadi, bisa jadi jalur altenatif, tinggal perbaikan akses jalan yang masih rusak. Itu informasi yang kami terima,” kata pekerja proyek penggantian Jembatan Sei Alalak yang bernilai ratusan miliar itu kepada jejakrekam.com, Jumat (19/3/2021).

BACA : Macet Parah di Kayutangi dan Handil Bakti Akibat Proyek Jembatan Alalak 1 Lambat

Pekerja yang enggan dikutip namanya mengungkapkan dengan pengelupasan aspal itu, maka beban Jembatan Alalak itu bisa berkurang. Ia menyebut di bagian tiang tengah, besinya sudah karatan sehingga dikhawatirkan tidak terlalu kuat menahan beban lagi.

“Waktu air sungai ini surut, bisa kelihatan kondisi tiang jembatan ini. Ada beberapa bagian sudah keropos. Ini jadi pertimbangan untuk memungsikan kembali Jembatan Sei Alalak yang lama,” kata pekerja ini.

Menariknya, sejumlah warga Berangas dan Alalak Utara masih bisa memanfaatkan Jembatan Sei Alalak lama, dengan menaikki sepeda atau sekadar berjalan kaki. Beberapa pekerja proyek pun mengatakan pihak proyek mengizinkan bagi warga sekitar oprit Jembatan Sei Alalak lama untuk memanfaatkannya.

BACA JUGA : Anggaran Digeser, Peresmian Jembatan Alalak Ditunda hingga September 2021

“Tapi hanya untuk sepeda dan pejalan kaki,” katanya. Namun, saat rombongan Penjabat Gubernur Kalsel justru bisa melintas dengan mobil dinasnya dengan kawalan petugas kepolisian. Bahkan, beberapa pengendara motor pun bisa melewati jembatan itu.

Situasi lalu lintas di atas Jembatan Alalak 2 yang sudah padat.

Hal ini juga diprotes dosen Fakultas Teknik Uniska MAB, Adhi Surya Said. Menurut dia, warga di sekitar kawasan proyek Jembatan Sei Alalak, selalu melihat pemandangan jika ada rombongan pejabat lewat, maka akses jembatan pun dibuka.

“Itu membuktikan jika Jembatan Alalak lama itu layak untuk difungsikan. Tinggal jalan menuju akses itu diperbaiki, maka tidak akan menggangu pekerjaan proyek penggantian Jembatan Sei Alalak yang tinggal penyambungan bentang tengah,” kata Adhi Surya Said.

Bahkan, magister teknik lulusan ITB Bandung ini mengatakan dengan uji kekuatan Jembatan Sei Alalak pun akan bisa dibuktikan kekuatannya mampu menahan beban kendaraan bermotor. Terkecuali, jika untuk angkutan berat atau bertonase besar.

“Kalau hanya untuk sepeda motor dan mobil kecil serta angkutan bertonase ringan, masih bisa melintas di jembatan lama. Tinggal mengatur atau membuat rekayasa lalu lintas baru, maka Jembatan Sei Alalak lama itu bisa digunakan,” kata dosen muda ini.

BACA JUGA : Macet Berbulan-Bulan di Kayutangi dan Handil Bakti, Rosehan Desak Gubernur Turun Tangan

Menurut Adhi, model jembatan rangka baja Sei Alalak lama itu sama dengan Jembatan Alalak 2 yang menghubungkan Jalan Cemara Ujung-Tembus Perumnas dengan kawasan Terminal Handil Bakti. Bahkan, Adhi hakkul yakin justru Jembatan Sei Alalak 1 itu jauh lebih kuat saat menahan beban puncak.

“Bayangkan saja, Jembatan Sei Alalak lama itu kondisi jembatannya masih bagus dibandingkan Jembatan Sei Alalak 2 di Cemara Ujung yang terjadi penurunan oprit. Jadi, tidak ada alasan bagi pihak Balai Jalan untuk tak mengoperasionalkan jembatan itu, karena ini dalam keadaan darurat atau emergency. Tinggal urusan rekayasa lalu lintas. Masya, jembatan itu hanya dibuka untuk kalangan pejabat, bukan untuk publik,” sentil Adhi.(jejakrekam)

Penulis Rahim/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.