Gandeng Content Creator untuk Pecinta Otomotif Banua

0

SETIDAKNYA sudah satu tahun otomotif di Kalsel vakum akibat pandemi Covid-19. Namun hal demikian tidak menyurutkan semangat atlet balap motor Kalimantan Selatan.

SEPERTI yang ditunjukkan Muhammad Rayendra Akbari. Pebalap asal Banjarbaru ini memastikan diri berpartisipasi di Indonesia Cup Prix (ICP) di Sirkuit Gery Mang Subang, Jawa Barat, 20 hingga 21 Maret 2021.

Event yang diklaim setara kejuaraan nasional ini, mempertandingkan kelas-kelas Kejurnas seperti bebek 4T 150 tune up dan 125cc tune up.

BACA: Lewat Live Streaming, IMI Kalsel Rancang Ajang Otomotif Tanpa Penonton

Pertandingan semua kelas ditayangkan secara live streaming melalui channel YouTube IndoClub, guna menghindari kerumunan massa.

Ketua IMI Kalsel, Edy Sudarmadi tak menutup rasa bangganya terhadap atlet-atlet muda Banua yang berkompetisi di kejuaraan tingkat nasional

“Tentu menjadi kebanggan tersendiri, ketika melihat seorang pebalap memiliki semangat tinggi berkompetisi. Tidak cuma IMI, juga seluruh masyarakat Kalsel,” ujar Edy Sudarmadi, Sabtu (13/3/2021).

“Namun lantaran masih di tengah pandemi, saya berharap Rayendra juga selalu menjaga protokol kesehatan, serta dapat meraih podium,” imbuhnya.

Rayendra sendiri sudah cukup lama berkarier di balap motor lokal. Di antaranya pernah menjadi wakil Kalsel di kualifikasi nasional Young Star Cup Suzuki Indonesia Challenge 2015.

Indonesia Cup Prix bukan merupakan kegiatan otomotif pertama di tengah pandemi. Sebelumnya di akhir September 2020, juga diselenggarakan dua event balap sekaligus di Jawa Tengah.

Tetap menerapkan protokol kesehatan, Indiel Racing Organizer cukup berhasil menggelar road race dan grasstrack.

BACA JUGA: Komunitas Otomotif sebagai Wadah Berekspresi Anak Muda

Sementara IMI Kalsel sendiri sudah memikirkan cara menggelar kegiatan otomotif yang tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kegiatan otomotif tidak selalu harus mengumpulkan massa. Kami sedang merancang kompetisi tanpa penonton yang diliput Youtuber dengan live streaming,” jelas Edy.

Bukan tanpa alasan, dia menyebut Kalsel juga memiliki sejumlah content creator yang memiliki cukup banyak pengikut di sosial media. Dengan menggandeng mereka, kegiatan yang digelar IMI Kalsel bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.(jejakrekam)

Penulis Husaini
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.