Sengketa Lahan di Purnasakti, PN Banjarmasin Gelar Sidang Pemeriksaan Setempat

0

SENGKETA lahan yang terjadi di kawasan Jalan Raya Purnasakti RT 44, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, memasuki babak baru.

TERANYAR, Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin menggelar sidang pemeriksaan setempat (PS) perlawanan eksekusi, menghadirkan pelawan yakni, Noor Chelwati bersama kuasa hukum serta pihak-pihak terlawan, dan tiga orang dari majelis hakim, Senin (22/2/2021).

Dalam sidang tersebut, Mauliddin Afdie, selaku kuasa hukum dari Chelwati bilang bahwa sidang PS ini merupakan rentetan agenda gugatan perlawanan eksekusi terhadap sosok Andi Tjahyono, Adrian Syahrir, pihak Kelurahan Telaga Biru, pihak Kelurahan Banjarmasin Barat, serta Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin.

“Perkara Perlawanan Eksekusi ini tercatat dengan nomor perkara 105/Pdt.Bth/2020/Pn Bjm,” kata Mauliddin kepada jejakrekam.com, baru-baru tadi.

Mauliddin menceritakan, upaya perlawanan ini dilakukan mengingat ada dua putusan atas objek tanah yang dinilai bertentangan.

Putusan pertama adalah Putusan Nomor 229/PK/PDT/2014 Jo. Putusan Nomor 2824 K/Pdt/2010 Jo. Putusan Nomor 60/PDT/2009/PT.Bjm Jo. Putusan Nomor 105/Pdt.G/2008/PN.Bjm perkara antara Andi Tjahyono dengan Taufik, selaku istri Chelwati. Dalam perkara tersebut, dimenangkan oleh sosok Andi Tjahyono selaku penggugat.

BACA JUGA: Sidang Perkara Jual Beli Kapal Tugboat PT Sumber Jaya, Koh Siang Minta Keadilan

Sementara, putusan kedua, adalah Putusan Nomor 3824/Pdt/1994 Jo. Putusan Nomor 22/Pdt/1994/PT.Bjm Jo. Putusan Nomor 59/Pdt.G/1993/PN.Bjm Perkara antara Bahrani Bin Tarsid dengan Ahli Waris H. M. Makki. Perkara tersebut dimenangkan oleh Bahrani.

Nah, berkaca pada sejarah tanah, Mauliddin menjelaskan bahwa tanah klien mereka sekarang sejarahnya berasal dari Bahrani Bin Tarsid pihak yang menang pada perkara terdahulu.

“Sedangkan Andi Tjahyono silsilah tanah berasal dari Ahli waris H. M. Makki yang kalah pada perkara terdahulu,” ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, Mauliddin dan kliennya Chelwati merasa perlu mengajukan perlawanan eksekusi. Menurut dia, objek tanah milik kliennya sudah tepat karena berasal dari tanah yang menang.

“Sehingga meskipun gugatan oleh Andi Tjahyono menang dan akan dieksekusi, pelaksanaan eksekusi pada gugatan yang diajukan oleh Andi Tjahyono sebagai pelaksanaan eksekusi Nomor 105/Pdt.G/Eks/PN Bjm sejatinya tidak dapat dilaksanakan karena ada pertentangan dua putusan,” tegas Mauliddin.

Sementara, di tempat lain Ketua Majelis hakim Rosmawati, menyampaikan kepada bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan perkara ini hingga tuntas, dengan mendengarkan keterangan semua pihak.

“Sidang pemeriksaan setempat untuk memastikan titik lokasi pokok perkara gugatan perdata, gugatan perlawanan eksekusi oleh Noor Chelwati. Sidang akan dilanjutkan Senin depan,” tandasnya. (jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.