Pengiriman Terhambat Banjir, BBM Jenis Pertalite-Pertamax di Tabalong Mulai Langka

0 52

KEPOLISIAN Resor (Polres) Tabalong melaporkan adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pada sejumlah SPBU di kabupaten ini. Kelangkaan utamanya terpantau pada jenis Pertamax dan Pertalite.

KAPOLRES Tabalong, AKBP M Muchdori, mengatakan dari 12 SPBU yang ada di Tabalong, empat diantaranya sudah tidak memiliki stok BBM. “Dari laporan yang diterimanya per 21 Januari 2021, empat SPBU tidak memiliki stok BBM sama sekali atau kosong,” ujarnya kepada awak media Kamis, (21/1/2021).

Empat SPBU yang tidak memiliki stok BBM terutama jenis Pertamax dan Pertalite seperti di SPBU Gunung Batu, Mahe, Laburan serta Kasiau. Kekosongan stok ini, kata Muchdori, dipicu kondisi akses jembatan di Mataraman belum bisa dilewati lantaran sebelumnya diterjang banjir.

Kendati demikian, ia menyampaikan jembatan mataraman sudah masuk tahap finishing. Praktis, Muchdori meminta pada masyarakat untuk tidak panik karena pasokan BBM pasti akan tiba di Tabalong.

“Pihak pemerintah dan SPBU sudah melakukan koordinasi, saat ini BBM masih proses pengiriman namun ada keterlambatan karena kendala akses jalan tadi,” ucapnya.

Dari beberapa hari lalu sampai hari ini, proses pengiriman BBM masih berjalan meskipun secara bergantian.

Dari informasi yang didapat pengiriman saat ini menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin ke jalur Hauling Tapin Kilometer 71, kemudian untuk waktu tempuh bisa memakan waktu dua hingga empat hari dikarenakan mengantri di kapal feri serta di Depo Pertamina.

Untuk mengantisipasi adanya oknum-oknum “nakal” yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan cara menimbun BBM, Polres Tabalong, ucap Muchdori, telah mengerahkan personel untuk patroli mengawasi antrean di sejumlah SPBU.

Apabila masih ada oknum yang nekat melakukan penimbunan serta menaikkan harga pihaknya tidak akan segan melakukan tindakan hukum.

“Apabila itu terjadi tentunya kami akan melakukan suatu tindakan hukum,” tegasnya.

Muchdori juga meminta apabila menemukan kejadian adanya oknum yang menimbun BBM agar segera melaporkannya ke Polres Tabalong.

“Kita harus bekerjasama kalau ada menemukan situasi ini mohon laporkan ke Polres Tabalong,” harapnya.

Untuk mengantisipasi adanya oknum-oknum yang ingin menimbun, pihak SPBU juga telah menerapkan pembatasan pembelian maksimal BBM kepada konsumen.

Muchdori berharap kepada masyarakat untuk tidak mengambil keuntungan pribadi di saat masyarakat yang lain lagi kesulitan.

Berdasarkan hasil pantauan dilapangan saat ini sudah terjadi kenaikan harga BBM eceran, untuk jenis pertalite/ liter semula Rp. 10.000, menjadi Rp. 11.000, Pertamax / liter semula Rp. 11.000 naik menjadi Rp. 12.000. (jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.