Terganjal Dana untuk Berangkatkan Atlet ke PON di Papua, Komisi IV Akan Perjuangkan di Anggaran Perubahan

0 80

KARENA minimnya anggaran, KONI Kalsel sempat berencana tak akan mengirimkan atletnya ke PON XX di Papua pada 2021 ini. Namun, berkat mediasi Komisi IV DPRD Kalsel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas instansi, maka langkah mundur itupun dibatalkan dan KONI tetap akan mengirimkan atletnya.

DALAM RDP segi empat yang melibatkan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Provinsi, Badan Keuangan Daerah (Bakueda), KONI dan Komisi IV yang digelar Senin (18/1/2021) semua sepakat dan menyimpulkan tetap akan memberangkatkan atlet-atlet Kalse ke ajang laga nasional di Papua nanti. Adapun terkait pendanaan akan tetap diupayakan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, H Lutfi Saifuddin, mengatakan pada rapat pertemuan pekan sebelumnya, KONI Kalsel sempat tak ingin memberangkatkan atlet karena keterbatasan dana.

BACA : Tinjau Stadion 17 Mei, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Kecewa

Namun, kata Lutfi, komisi IV membidangi pemuda dan olahraga  terus berupaya untuk memberangkatkan atlet terbaik Kalsel untuk bisa berlaga pada PON XX 2021 di Papua sebab dinilai menyangkut nama baik Kalsel. “Ini menyangkut nama baik Kalsel, jangan sampai kita tidak bisa memberangkatkan para atlet,” ujarnya usai RDP.

Hal ini pula merupakan harga diri sebuah provinsi, sehingga perlu diperkuat dan dijunjung tinggi, dengan mengusahakan pengiringan kontingen olahraga untuk berlaga.

“Kita di DPRD Kalsel akan memperjuangkan dana di anggaran perubahan, Insya Allah ini menjadi prioritas bagi dewan,” kata dia.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Atlet KONI Kalsel, Gusti Perdana Kesuma, mengakui, untuk mempersiapkan atlet mampu berlaga dievent nasional ini memerlukan anggaran yang cukup besar.

BACA JUGA : Pandemi Belum Berakhir, Lutfi Minta Jangan Buru-Buru Buka Sekolah Tatap Muka

Anggaran yang dibutuhkan kata dia, idealnya sekitar Rp 30 milyar, baik untuk persiapan maupun memberangkatkan atlet di 25 cabang olahraga.

Saat ini alokasi anggaran dari provinsi hanya Rp 10 miliar, dan jumlah ini belum memadai dan cukup sulit untuk    mengoptimalkan kualitas maupun target yan ingin dicapai.

“Kita menargetkan 14 medali emas, oleh karena itu pembinaan harus juga dilakukan dengan maksimal,” kata Gusti Perdana Kesuma.

Adapun imbuh mantan Anggota DPRD periode silam ini, target 14 medali emas tersebut melalui cabang olahraga menembak 4 emas. gulat 3 emas, tinju 2 emas, bilyard 2 emas, wushu 1 emas,  kempo dan karate masing-masing 1 emas.

BACA LAGI :  Pembuktian Bela Diri Kuntaw Mengukir Prestasi di Korea Selatan

Oleh karena itu, kata dia lagi, pihaknya saat ini melakukan penyesuaian anggaran terhadap pihak terkait, agar tak terjadi tumpang tindih anggaran, yang mana KONI Kalsel mengelola anggaran suplemen gizi, sedangkan Dispora Kalsel mengelola insentif.

Kadispora Provinsi Kalsel, H Hermansyah, mengatakan sangat mendukung penuh keberangkatan para atlet dalam mengikuti PON XX Papua 2021, karena ini menyangkut nama baik Provinsi Kalsel.

Terkait penyediaan anggaran yang bakal diperlukan, dirinya akan melakukan koordinasi lebih dalam bersama pihak-pihak terkait seperti Dewan Kalsel maupun Badan Keuangan Daerah guna mewujudkannya.

Iapun berharap, dengan anggaran yang ada jangan sampai menyurutkan tekad para atlet Banua untuk berlaga di PON agar juga tetap memperoleh hasil yang maksimal. “Kita support ini. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan solusi untuk anggaran tersebut,” pungkas Hermansyah.

Plt Kepala Bidang Anggaran Bakueda Provinsi Kalsel, Idris, juga sepakat mendukung. Namun terkait kesiapan dukungan anggaran dirinya akan menyampaikan pada pimpinan.”nanti kita akan sampaikan pada pimpinan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Riza
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.