Jelang Musim Buah Rambutan Lokal, Sayang Harga Masih Mahal

0 58

MESKI musim buah-buahan khas musim hujan belum membanjiri pasar buah lokal di Banjarmasin dan sekitarnya. Ternyata, ada kejutan berupa buah rambutan yang kini mulai menyapa para penggemarnya. Karena masih belum musim, harganya masih terbilang mahal.

SALAH satunya adalah rambutan khas lokal Kalsel seperti jenis antalagi dan kuyakan yang didatangkan dari Desa Terantang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Rambutan asal desa ini pun dijual di sejumlah tempat, termasuk di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Batola.

Harganya terbilang cukup mahal. Satu ikat dibanderol seharga Rp 10 ribu untuk rambutan anatalagi yang masih hijau kulitnya. Sedangkan, rambutan kuyakan dijual satu ikat seharga Rp 8 ribu. Namun, jika beli dua ikat, dikasih korting hanya Rp 15 ribu.

Pedagang buah lokal, Dayat asal Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, Batola mengakui buah rambutan yang dijual ini merupakan buah pertama yang dipanen, karena belum musim atau banjir buah, harganya memang agak mahal.

“Kalau beli dari pengumpul yang datang ke lokasi kebun milik warga di Desa Terantang juga mahal. Makanya, kami ambil untung sedikit, harganya yang berkisar Rp 8 ribu hingga 10 ribu per ikat,” ucap Dayat kepada jejakrekam.com, Minggu (10/1/2020).

BACA : Papakin dan Mantuala Asal HST Juara di Kontes Buah Lokal Kalsel Tahun 2020

Menurut Dayat, diperkirakan dua pekan atau satu bulan ke depan, baru memasuki musim panen rambutan serta berbarengan dengan datangnya buah durian serta rambutan yang didatangkan dari Pontianak, Kalimantan Barat.

“Nah, kalau nanti, sudah musim, harga rambutan pasti akan murah. Bisa dijual Rp 5 ribu per ikat. Kalau sekarang ya masih mahal. Tapi, ternyata masih banyak peminatnya,” kata Dayat.

Terbukti, 800 ikat yang dimuat Dayat dalam mobil pickup bisa ludes dalam sehari. Bahkan, ia juga menjual buah lokal lainnya seperti kecapi (ketapi dalam bahasa Banjar). Menurut Dayat, walau di tengah serbuan buah impor, buah lokal seperti rambutan, kecapi dan lainnya masih banyak penggemarnya.

BACA JUGA : Berguru pada Buah-Buahan

“Apalagi, buah lokal ini sifatnya musiman, beda dengan buah impor, hampir tiap waktu ada. Jadi, ada semacam kangen dengan buah lokal, makanya seperti rambutan lokal ini banyak juga dicari orang,” tutur Dayat.

Menurut dia, jika nanti saat musim buah rambutan khas musim hujan, maka banyak aneka ragam yang bisa pilihan, termasuk buah seperti manggis, durian, dan lainnya yang datang dari berbagai daerah. Tak hanya dari Kalimantan Selatan, tapi juga dari daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. “Kalau sudah banjir buah, maka harganya pun akan lebih murah,” tutur Dayat.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.