Terpilih Lagi Nakhodai DPW PKS Kalsel, Ja’far Rumuskan Sejumlah Target

0

SEBANYAK 266 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Selatan kembali bersepakat memilih sosok Ja’far untuk menakhodai kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel. Ia memimpin parpol ini selama periode 2020-2025.

KEPUTUSAN tersebut diambil semua kader dalam Musyawarah Wilayah (DPW) Kalsel, yang digelar pada akhir Desember 2020 tadi. Untuk diketahui Ja’far, terpilih bersama 7 pengurus inti lainnya.

“Untuk Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Awan Subarkah, Sekretaris MPW Siti Mutmainnah, Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) Faqih Jarjani, Sekretaris DSW, Guruh Budhi Saputra,” ujar Ja’far dalam konferensi pers musywil yang diterima jejakrekam.com, Minggu (27/12/2020).

“Kemudian sekretaris DPW, Mushaffa Zakir, bendahara umum, Didi Wahyudi, serta kabid kaderisasi Ustaz Lugiarto,” tambahnya.

Kata Ja’far, pihaknya diberi waktu oleh Dewan Pimpinan Pusat PKS selama 10 hari untuk menyusun struktur kepartaian. Serta, pada tanggal 23 Januari 2021, akan dilakukan pelantikan seluruh struktur dan bidang.

Lantaran terpilih untuk kali kedua, Ja’far pun memasang target memaksimalkan fungsi kaderisasi. Tak lupa, DPW PKS Kalsel juga menyiapkan ancang-ancang untuk Pemilu Serentak Tahun 2024.

Ja’far menjelaskan, untuk saat ini pihaknya baru mampu meraih 40 kursi di DPRD kabupaten/kota se-Kalsel. Namun, DPW PKS Kalsel menarget pada pemilu 2024 wajib 65 kursi.

“DPRD provinsi saat ini kita hanya dapat 5 kursi dan target kita untuk pemilu tahun 2024 harus 10 kursi. Sedangkan untuk DPR-RI saat ini hanya 1 kursi,maka untuk pemilu 2024 harus 3 kursi,” tuturnya.

Selain fokus menggenjot di ranah legislatif pada Pemilu 2024, Ja’far juga berkeinginan agar kader PKS menduduki posisi kepala daerah, khususnya di tiga wilayah seperti Kota Banjarmasin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST).

“Sedangkan daerah lain kami hanya bisa mengambil posisi wakil lah,” ujarnya.

Untuk hasil evaluasi pilkada 2020 yang lalu, Ja’far mengaku bersyukur ada perbaikan  demokrasi di Kalsel dalam pelaksanaannya.

“Tidak terlihat serangan fajar dan lain-lain, bersih dari money politik. Ini juga sudah menguntungkan PKS, sebab  dari awal memang jargon PKS pilkada tanpa many politik,” tutupnya. (jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.