Husairi Abdi

Ini Konsep Pengembangan Pulau Bromo, dari Ekowisata hingga Usulan Ada Lapangan Golf

0

PULAU Bromo, delta seluas 0,94 kilometer per segi (km2) yang terpisah dari daratan Kota Banjarmasin terletak di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin, dalam waktu segera akan terkoneksi lewat jalur darat. Selama ini, wilayah yang diapit Sungai Martapura dan Sungai Barito bisa terakses lewat feri penyeberangan.

MANTAN Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Arifin Noor mengakui dari hasil pantauan terakhir, pembangunan Jembatan Antasan Bromo senilai Rp 40,4 miliar lebih digarap PT Bayang Bungo asal Lampung, telah mencapai kemajuan fisik 80 persen.

“Beda dengan Jembatan Kelayan, sudah 100 persen selesai, bahkan sekarang bisa lewati kendaraan bermotor. Jadi, proyek infrastruktur yang jadi skala prioritas hampir rampung,” ucap Arifin Noor yang kini calon Wakil Walikota Banjarmasin mendampingi sang petahana, Ibnu Sina, saat berdialog dengan awak media jejakrekam.com, Selasa (24/11/2020).

Menurut Arifin, kawasan Pulau Bromo masuk dalam kawasan strategis di Banjarmasin untuk dikembangkan sebagai ekowisata.

BACA : Bertandang ke Jejakrekam, Haris-Ilham Jabarkan Gagasan Banjarmasin Bangkit

Untuk diketahui, ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Saat ini, penghuni Pulau Bromo berdasar data Pemkot Banjarmasin pada 2017, sebanyak 1.250 jiwa dari 750 kepala keluarga. Mereka terbagi dalam empat RT yang masuk Kelurahan Mantuil, yakni RT 04, 05, 06, dan 07. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan buruh.

Nah, dengan model jembatan gantung sepanjang 168 meter dengan lebar 2 meter. Sedangkan, tinggi towernya 15 meter diyakini Arifin Noor, akan sangat menopang untuk kegiatan ekowisata. Apalagi, kawasan Mantuil masuk dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) yang akan ditopang Pelabuhan Trisakti Baru dikelola PT Pelindo III Banjarmasin, pergudangan, industri galangan kapal, hingga pendirian Pangkalan TNI AL.

“Dengan kondisi itu, kawasan Pulau Bromo sangat layak dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berkolaborasi dengan KEK Mantuil. Ini sudah dirumuskan dalam revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Banjarmasin ke depan,” tuturnya.

BACA JUGA : Diberi Amanah Memimpin Banjarmasin, Ibnu-Arifin Berencana Wujudkan KEK di Mantuil

Berbeda dengan Arifin Noor, calon Walikota Banjarmasin Abdul Haris Makkie saat berdialog dengan awak jejakrekam.com, Sabtu (28/11/2020), justru mengatakan kawasan Pulau Bromo yang terhubung dengan jembatan baru bisa disulap menjadi taman rekreasi berkelas, dengan adanya lapangan golf.

“Jangan berpikir negatif dulu, lapangan golf jika dibangun di Pulau Bromo, justru bisa mendatangkan para investor dan orang-orang berduit untuk menanamkan investasi di Banjarmasin. Ini sisi positif, karena view Pulau Bromo bisa dijual,” ucap mantan Sekdaprov Kalsel.

Bahkan, ke depan, menurut Haris Makkie, di kawasan itu bisa dibangun pelabuhan untuk kapal pesiar, sehingga potensi wisata Banjarmasin bisa berkelas dunia.

BACA JUGA : Kunjungi Jejakrekam.com, Duet Ibnu-Arifin Paparkan Misi Membawa Banjarmasin Lebih Bermartabat

“Jadi, wisata susur sungai bisa dikembangkan ke arah modern. Sebab, sungai di Banjarmasin merupakan modal utama bagi pariwisata kota ini, tak hanya mengandalkan pasar terapung saja,” ucap Haris.

Menurut dia, sepanjang sungai di Banjarmasin juga harus dibangun restoran terapung, sehingga bisa menopang aktivitas susur sungai baik dengan menggunakan perahu bermesin (kelotok) maupun kapal pesiar.

“Ini yang harus kita jual pariwisata sungai Banjarmasin. Sebab, dari hulu dan hilir sungai yang ada di Banjarmasin harus didayagunakan secara berkesinambungan. Tentu, dalam konsep wisata ini, kita tak boleh melupakan jati diri Banjarmasin sebagai kota religius, makanya wisata syariah yang kini lagi boming bisa dikembangkan di kota ini,” tutur Haris. (jejakrekam)

Penulis Rahim
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.